• Wed, Jun 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

29 May 2026 15:58  |

Brent dan WTI Volatil, Hormuz Masih Jadi Kunci

Harga minyak relatif stabil pada Jumat (29/5), tetapi masih berada di jalur penurunan mingguan terbesar sejak awal April setelah laporan bahwa AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang gencatan senjata. Brent kontrak Juli turun 34 sen (0,3%) ke US$94,05 per barel pada 08:10 GMT, sementara WTI mendatar di US$88,89, setelah keduanya sempat turun lebih dari 1% di awal sesi.

Secara mingguan, Brent tercatat turun sekitar 9%, penurunan paling tajam sejak pekan yang berakhir 6 April. WTI melemah hampir 8%, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 13 April. Pasar menilai potensi pembukaan kembali Selat Hormuz dapat mengurangi premi risiko pasokan yang selama ini mengangkat harga.

Sumber Reuters menyebut AS dan Iran pada Kamis mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dan melonggarkan pembatasan pelayaran di Hormuz, meski persetujuan Presiden Donald Trump belum keluar dan media pemerintah Iran menyatakan kesepakatan belum difinalisasi. Kondisi ini membuat harga tetap volatil dan sangat dipengaruhi headline.

Dalam beberapa sesi terakhir, Brent dan WTI bergerak liar dengan rentang hingga sekitar US$6 karena sinyal yang campuran soal akhir perang Iran dan kemungkinan pembukaan Hormuz, jalur yang sebelumnya menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia. Arus pelayaran di chokepoint itu masih jauh di bawah level pra-konflik, dan ING menilai pembukaan kembali dapat memberi bantuan cepat, namun pemulihan penuh tetap belum pasti.

Di sisi permintaan, Jepang—yang bergantung pada minyak Timur Tengah—mencatat penurunan impor minyak mentah 66% pada bulan lalu dibanding April tahun sebelumnya, menyorot dampak gangguan pasokan terhadap negara importir utama. Dari AS, data EIA menunjukkan stok minyak mentah, bensin, dan distilat turun pekan lalu seiring permintaan kilang dan konsumen meningkat, sementara ekspor turun 1,16 juta bph menjadi 4,4 juta bph, yang memberi bantalan pada harga meski sentimen mingguan masih condong bearish. (Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai