• Wed, Jun 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

29 May 2026 07:31  |

Minyak Turun, Harapan Perpanjangan Gencatan Senjata Tekan Premiun Risiko

Harga minyak bergerak melemah setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran secara tentatif sepakat memperpanjang gencatan senjata 60 hari. Jika terwujud, kesepakatan ini berpotensi membuka kembali ruang bagi pengiriman melalui Selat Hormuz, yang selama krisis menjadi sumber utama guncangan pasokan global.

Brent turun mendekati US$93/barel dan tercatat turun sekitar 18% sepanjang bulan ini, menuju penurunan bulanan terbesar sejak 2020. WTI berada di sekitar US$88/barel. Pasar menilai pergeseran sentimen ini mendorong optimisme bahwa sebagian bentuk kesepakatan bisa tercapai, meski prosesnya masih jauh dari final.

Kepastian politiknya masih rapuh. Presiden AS Donald Trump disebut belum menyetujui syarat-syarat kesepakatan. Sejumlah pejabat juga menahan ekspektasi: Wakil Presiden JD Vance menyebut terlalu dini untuk memastikan “kapan atau apakah” kesepakatan dengan Iran akan tercapai, sementara Menkeu Scott Bessent hanya mengatakan tim negosiasi masih beragam dalam pembahasan.

Di sisi fundamental, pasar mencoba menyeimbangkan dua hal: harapan de-eskalasi versus kenyataan hambatan pemulihan pasokan. Penutupan Hormuz yang efektif telah menutup jutaan pasokan setiap hari dan memicu “kejutan energi” global. Namun meskipun gencatan senjata diperpanjang, pemulihan arus minyak tidak otomatis cepat karena ada faktor keamanan, teknis, dan logistik.

Beberapa penghalang yang termasuk masih bisa menahan normalisasi aliran: penjelajahan di jalur pelayaran perlu dibersihkan, sumur yang ditutup bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk kembali produksi, serta kerusakan infrastruktur energi akibat serangan drone dan misil perlu diperbaiki. Selain itu, perjalanan tanker ke negara importir juga bisa memakan waktu berminggu-minggu, menciptakan jeda antara “headline damai” dan pasokan fisik yang benar-benar pulih.

Sementara itu, data di AS menunjukkan pasar domestik tetap ketat selama krisis berlangsung. Stok distilat turun ke level terendah dalam lebih dari dua dekade, dan persediaan minyak mentah di hub Cushing, Oklahoma turun lima minggu berturut-turut ke sekitar 23 juta barel, mendekati kisaran 20 juta barel yang sering dianggap sebagai batas operasional minimum.

5 poin inti :

- Minyak melemah setelah laporan perpanjangan gencatan senjata AS-Iran 60 hari, yang bisa membuka kembali pengiriman melalui Selat Hormuz.

- Brent turun sekitar US$93 dan turun 18% bulan ini; WTI sekitar US$88.

- Kepastian masih rendah: Trump belum menyetujui kesepakatan, pejabat AS menilai terlalu dini untuk memastikan hasil.

- Normalisasi pasokan berpotensi lambat karena hambatan keamanan, restart produksi, perbaikan infrastruktur, dan lag pengiriman tanker.

- Data AS menunjukkan kondisi ketat: stok distilat terendah >20 tahun, Cushing turun ke 23 juta barel dan terus mendekati tingkat operasional minimum. (asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai