Minyak Stabil Usai Jatuh 5%, Pasar Uji Kepastian Deal Hormuz
Harga minyak berupaya stabil pada Kamis setelah penurunan tajam sesi sebelumnya, ketika pasar kembali menilai seberapa cepat kesepakatan AS–Iran benar-benar bisa mengembalikan arus pelayaran Selat Hormuz. Brent terakhir berada di kisaran US$96,41 per barel, sementara kontrak Brent (futures) di sekitar US$94,11.
Koreksi besar pada Rabu terjadi setelah harga minyak ditutup turun sekitar 5% seiring investor menunggu pembaruan kerangka kesepakatan AS–Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Hormuz. Brent ditutup di US$94,29 dan WTI di US$88,68.
Isu utamanya adalah “eksekusi”, bukan sekadar headline. Reuters melaporkan televisi pemerintah Iran menyebut ada draft kerangka kesepakatan yang, di antaranya, menargetkan pemulihan pelayaran komersial dalam satu bulan, tetapi Washington membantah klaim tersebut. Pada saat yang sama, Trump menegaskan tidak ada satu negara pun yang akan mengendalikan Hormuz dan menyebut negosiasi belum memuaskan.
Transmisi fundamentalnya tetap lewat premi risiko pasokan. Setiap sinyal pemulihan arus Hormuz berpotensi menurunkan premi tersebut, tetapi selama jalur ini belum kembali normal secara operasional, pasar cenderung menjaga volatilitas harga dan merespons cepat perubahan narasi diplomasi maupun dinamika keamanan di lapangan.
Variabel yang dipantau berikutnya adalah detail mekanisme pengelolaan lalu lintas Hormuz, timeline pembukaan yang bisa diverifikasi pasar fisik, serta konsistensi pernyataan kedua pihak. Selama kepastian itu belum muncul, penurunan harga minyak berisiko tetap terbatas dan pergerakan akan tetap headline-driven.(ayu)*
Sumber: Newsmaker.id