Minyak Ditutup Turun 5% Saat Pasar Menanti Update Pembicaraan Deal AS–Iran
Harga minyak ditutup merosot sekitar 5% pada Rabu (27/5) ketika pelaku pasar menunggu perkembangan terbaru terkait kerangka kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Koreksi ini menghapus reli tajam pada sesi sebelumnya, mencerminkan premi risiko pasokan yang mulai terpangkas seiring munculnya harapan de-eskalasi, meski detail kesepakatan masih diperdebatkan.
Brent ditutup turun US$5,29 atau 5,31% ke US$94,29 per barel, sementara WTI turun US$5,21 atau 5,55% ke US$88,68 per barel. Kedua minyak acuan sempat menyentuh level terendah satu bulan pada awal sesi, dan penurunan ini lebih dari cukup untuk menghapus kenaikan Brent pada Selasa.
Dari sisi diplomasi, Menlu AS Marco Rubio mengatakan ada sejumlah kemajuan menuju kesepakatan. Namun, Presiden Donald Trump menyatakan masih ada isu yang perlu diselesaikan dalam pembicaraan damai, sementara kantor berita Fars di Iran juga menyebut sejumlah poin krusial belum beres. Washington turut menepis laporan televisi pemerintah Iran mengenai kerangka kesepakatan yang diklaim akan memulihkan pelayaran melalui Hormuz dalam satu bulan dan mencabut blokade laut AS atas kapal Iran.
TV pemerintah Iran sebelumnya menyebut AS akan menarik kekuatan militernya dari sekitar Iran dan mengangkat blokade laut, serta menyatakan pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz akan ditangani Iran bersama Oman. Pernyataan yang saling bertentangan ini menjaga pasar tetap “headline-driven”, sehingga pergerakan minyak masih sensitif terhadap setiap pembaruan narasi.
Dennis Kissler dari BOK Financial menilai komentar dari pimpinan militer Iran yang menyebut peluang kembali perang rendah membuat banyak trader percaya kesepakatan damai makin dekat. Dalam konteks pasar fisik, persepsi bahwa pasokan global yang sangat ketat mulai sedikit longgar menjadi alasan mengapa tekanan turun kembali dominan pada harga crude.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id