• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 February 2026 21:51  |

Minyak Bertahan Dekat Tertinggi 7 Bulan, Pasar Waspada AS–Iran

Harga minyak bertahan dekat level tertinggi tujuh bulan pada Selasa (24/2), seiring pelaku pasar menilai risiko gangguan pasokan jika terjadi eskalasi militer menjelang putaran baru pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga cenderung terbatas, namun tetap berada di area tinggi karena premi geopolitik masih kuat.

Kontrak berjangka Brent naik tipis 0,1% ke US$71,57 per barel pada pukul 12.51 GMT, sementara WTI menguat 0,3% ke US$66,49 per barel. Brent berada di level terkuat sejak akhir Juli, sedangkan WTI mencatat posisi paling solid sejak awal Agustus.

Fokus pasar tertuju pada putaran ketiga perundingan nuklir AS–Iran yang dijadwalkan berlangsung Kamis di Jenewa, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Oman. AS mendorong Iran untuk menghentikan program nuklirnya, sementara Iran menolak dan kembali menegaskan tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Ketegangan meningkat setelah Departemen Luar Negeri AS menarik personel non-esensial beserta keluarga dari Kedutaan AS di Beirut, di tengah kekhawatiran meningkatnya risiko konflik. Di sisi lain, laporan sumber juga menyebut Iran berada dekat dengan kesepakatan tertentu dengan China terkait pembelian rudal jelajah anti-kapal, yang memperkuat kekhawatiran pasar bahwa risiko keamanan di kawasan dapat memburuk.

Presiden AS Donald Trump turut menambah tekanan psikologis pasar dengan peringatan bahwa akan menjadi “hari yang sangat buruk” bagi Iran jika kesepakatan tidak tercapai. SEB menilai risiko utama saat ini bukan perang sebagai skenario dasar, melainkan potensi eskalasi yang sulit “dikembalikan” ketika posisi pasar dan ekspektasi sudah telanjur tinggi—sebuah dinamika yang menjaga premi geopolitik pada harga minyak.

Di luar geopolitik, pasar juga memperhitungkan dampak kebijakan perdagangan AS. Otoritas bea cukai AS menyatakan tarif baru 10% mulai berlaku Selasa untuk barang yang tidak termasuk pengecualian, bukan 15% seperti yang sempat dijanjikan sebelumnya. Ketidakpastian tarif ini dapat menambah volatilitas karena berpotensi memengaruhi prospek pertumbuhan global dan permintaan energi, sehingga harga minyak tetap berada dalam tarik-menarik antara premi geopolitik dan kekhawatiran permintaan.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai