• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

14 January 2026 10:10  |

Minyak Mendadak “Tenang” - Tapi Iran Bisa Jadi Pemicu Ledakan Berikutnya

Harga minyak mulai stabil pada perdagangan Asia setelah reli empat hari beruntun yang menjadi kenaikan terbesar dalam lebih dari enam bulan. Setelah lonjakan cepat, pasar kini seperti “mengatur napas” sambil menunggu kabar baru dari ranah geopolitik.

Di level terbaru, Brent bergerak di kisaran $65 per barel, sementara WTI berada sedikit di bawah $61 per barel. Pergerakan harga cenderung tipis karena pelaku pasar menahan posisi, menunggu arah kebijakan AS terkait Iran.

Fokus utama mengarah ke rapat di Gedung Putih yang membahas Iran. Presiden Donald Trump mendorong demonstran Iran untuk terus melakukan protes dan memberi sinyal akan “bertindak” sesuai perkembangan. Jika situasi memburuk dan memicu intervensi, produksi Iran sekitar 3,3 juta barel per hari dikhawatirkan terganggu—dan ini yang membuat pasar waspada.

Gejolak di Iran, ditambah dinamika Venezuela, kembali menambah “premi risiko” di harga minyak. Ini terjadi setelah pasar sebelumnya tertekan beberapa bulan karena kekhawatiran kelebihan pasokan, sehingga reli cepat kemarin juga mengejutkan karena banyak posisi pasar sempat condong bearish.

Namun pasar juga melihat penahan dari sisi fundamental. Laporan industri menyebut stok minyak mentah AS naik sekitar 5,3 juta barel pekan lalu. Jika data resmi mengonfirmasi, lonjakan stok ini bisa menjadi alasan minyak sulit lanjut melesat dalam waktu dekat.

Dari sisi pasokan global, risiko juga muncul di Laut Hitam. Dua kapal tanker dilaporkan diserang di dekat terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC), jalur penting ekspor minyak Kazakhstan. Gangguan keamanan ini menambah masalah yang sudah ada seperti cuaca buruk dan kerusakan fasilitas sandar, sehingga alur ekspor Kazakhstan makin rumit.

Kesimpulannya, minyak sekarang ditarik dua arah: satu sisi ada potensi oversupply dan stok AS yang naik, sisi lain ada risiko geopolitik yang bisa tiba-tiba memotong pasokan. Dalam jangka dekat, perkembangan Iran bisa memicu volatilitas baru—dan setiap sinyal langkah militer biasanya cepat mendorong harga lebih tinggi.

5 Inti Poin:

- Minyak stabil setelah reli 4 hari terbesar dalam >6 bulan.

Brent sekitar $65, WTI sekitar $61.

- Pasar menunggu rapat AS soal Iran; risiko gangguan produksi Iran jadi fokus.

- Stok minyak AS dilaporkan naik sekitar 5,3 juta barel.

- Risiko pasokan bertambah karena serangan dekat terminal ekspor CPC (Kazakhstan).(Asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai