Minyak Mendadak “Tenang” - Tapi Iran Bisa Jadi Pemicu Ledakan Berikutnya
Harga minyak mulai stabil pada perdagangan Asia setelah reli empat hari beruntun yang menjadi kenaikan terbesar dalam lebih dari enam bulan. Setelah lonjakan cepat, pasar kini seperti “mengatur napas” sambil menunggu kabar baru dari ranah geopolitik.
Di level terbaru, Brent bergerak di kisaran $65 per barel, sementara WTI berada sedikit di bawah $61 per barel. Pergerakan harga cenderung tipis karena pelaku pasar menahan posisi, menunggu arah kebijakan AS terkait Iran.
Fokus utama mengarah ke rapat di Gedung Putih yang membahas Iran. Presiden Donald Trump mendorong demonstran Iran untuk terus melakukan protes dan memberi sinyal akan “bertindak” sesuai perkembangan. Jika situasi memburuk dan memicu intervensi, produksi Iran sekitar 3,3 juta barel per hari dikhawatirkan terganggu—dan ini yang membuat pasar waspada.
Gejolak di Iran, ditambah dinamika Venezuela, kembali menambah “premi risiko” di harga minyak. Ini terjadi setelah pasar sebelumnya tertekan beberapa bulan karena kekhawatiran kelebihan pasokan, sehingga reli cepat kemarin juga mengejutkan karena banyak posisi pasar sempat condong bearish.
Namun pasar juga melihat penahan dari sisi fundamental. Laporan industri menyebut stok minyak mentah AS naik sekitar 5,3 juta barel pekan lalu. Jika data resmi mengonfirmasi, lonjakan stok ini bisa menjadi alasan minyak sulit lanjut melesat dalam waktu dekat.
Dari sisi pasokan global, risiko juga muncul di Laut Hitam. Dua kapal tanker dilaporkan diserang di dekat terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC), jalur penting ekspor minyak Kazakhstan. Gangguan keamanan ini menambah masalah yang sudah ada seperti cuaca buruk dan kerusakan fasilitas sandar, sehingga alur ekspor Kazakhstan makin rumit.
Kesimpulannya, minyak sekarang ditarik dua arah: satu sisi ada potensi oversupply dan stok AS yang naik, sisi lain ada risiko geopolitik yang bisa tiba-tiba memotong pasokan. Dalam jangka dekat, perkembangan Iran bisa memicu volatilitas baru—dan setiap sinyal langkah militer biasanya cepat mendorong harga lebih tinggi.
5 Inti Poin:
- Minyak stabil setelah reli 4 hari terbesar dalam >6 bulan.
Brent sekitar $65, WTI sekitar $61.
- Pasar menunggu rapat AS soal Iran; risiko gangguan produksi Iran jadi fokus.
- Stok minyak AS dilaporkan naik sekitar 5,3 juta barel.
- Risiko pasokan bertambah karena serangan dekat terminal ekspor CPC (Kazakhstan).(Asd)
Sumber: Newsmaker.id