Minyak Bertahan di Puncak 7 Minggu, Pasar Waspada Ekspor Iran
Harga minyak bertahan di level tertinggi dalam tujuh minggu pada perdagangan Senin (12/1), setelah pasar kembali memasang “premi risiko” akibat kekhawatiran ekspor Iran bisa terganggu di tengah eskalasi gejolak domestik dan potensi respons dari Amerika Serikat.
Pada update terbaru, minyak Brent diperdagangkan di sekitar $63,87/barel dan WTI di sekitar $59,50/barel.
Kekhawatiran pasar mengarah pada kemungkinan penurunan pasokan dari Iran—anggota OPEC yang masih dibayangi sanksi—terutama bila tekanan domestik berujung pada gangguan logistik atau ekspor. Di saat yang sama, data pelacakan pengiriman menunjukkan minyak Iran yang tersimpan di laut menyentuh rekor 166–170 juta barel, setara sekitar 50 hari produksi, karena pembelian China melambat dan Teheran berupaya “mengamankan” pasokan dari risiko geopolitik.
Namun reli minyak tertahan oleh ekspektasi pasokan tambahan dari Venezuela, setelah perubahan politik terbaru memunculkan peluang normalisasi ekspor. Reuters mencatat pasar masih menunggu bukti gangguan pasokan yang benar-benar terjadi sebelum mendorong kenaikan lebih agresif.
Selain Iran dan Venezuela, pelaku pasar juga memantau risiko pasokan dari Rusia di tengah serangan terhadap fasilitas energi, serta potensi langkah sanksi AS yang lebih keras terhadap energi Moskow—faktor yang menjaga volatilitas tetap tinggi walau narasi surplus pasokan 2026 masih dominan.
SUmber: Newsmaker.id