Minyak Nanjak Lagi Iran Bikin Pasar Deg-degan
Minyak dunia masih bertahan di zona hijau setelah reli tajam dua hari, karena pasar serius mulai menghitung risiko gangguan pasokan dari Iran produsen minyak terbesar ke-4 di OPEC.
Harga Brent bertahan di atas US$63/barel setelah melonjak hampir 6% dalam dua hari terakhir, sementara WTI berada di kisaran US$59/barel pada perdagangan Asia.
Pemicu utamanya: gelombang protes di Iran yang semakin eskalatif dan sudah masuk minggu ketiga. Presiden AS Donald Trump mengatakan AS menjaga situasi ketat dan sedang menimbang “opsi-opsi kuat”, yang membuat tensi geopolitik semakin sensitif di mata pasar.
Yang bikin pedagang tambah waspada adalah potensi terganggunya ekspor Iran hampir 2 juta barel per hari. Kalau sampai pengiriman/ekspor tersendat, narasi “surplus pasokan global” yang sebelumnya bikin harga ditekan bisa langsung ketutup sama risk premium.
Sinyal kekhawatiran itu terlihat di pasar derivatif: minat pada opsi bullish (call) menguat paling besar untuk futures minyak AS sejak Juli. Artinya, pelaku pasar mulai memasang posisi antisipasi kenaikan dan proteksi dari volatilitas.
Dari sisi struktur pasar, volatilitas Brent ikut naik, dan spread kontrak dekat melebar ke pola backwardation (harga kontrak dekat lebih mahal dari bulan depan). Biasanya ini dibaca sebagai tanda pasar melihat pasokan jangka pendek lebih ketat atau lebih berisiko.
Di luar Iran, geopolitik juga makin ramai: sorotan sempat menjauh dari Venezuela, Trump kembali melemparkan isu Greenland yang memicu manuver komunikasi, dan Ukraina melaporkan serangan platform pengeboran milik Lukoil di Laut Kaspia, menambah lapisan risiko baru di pasar energi.(asd)
5 Poin Inti :
- Minyak bertahan menguat setelah reli dua hari terbesar sejak Oktober.
- Brent di atas US$63, WTI di sekitar US$59 pada sesi Asia.
- Protes Iran memunculkan risiko kerusakan ekspor ~2 juta barel/hari.
- Pasar opsi semakin bullish: permintaan “call” menguat tajam sejak Juli.
- Geopolitik yang melebar (Greenland, Venezuela, aset energi Rusia) membuat pasar semakin waspada.(asd)
Sumber: Newsmaker.id