• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

12 January 2026 07:21  |

Iran Memanas, Pasokan OPEC Terancam?

Harga minyak naik untuk hari ketiga berturut-turut setelah gelombang protes di Iran makin eskalatif dan memunculkan kekhawatiran gangguan pasokan dari salah satu produsen terbesar OPEC. Iran adalah produsen minyak terbesar ke-4 di OPEC, jadi setiap potensi kekacauan di sana langsung bikin pasar waspada.

Di pasar Asia, Brent mendekati $64 per barel setelah melonjak hampir 6% dalam dua hari (Kamis–Jumat)—kenaikan dua hari terbesar sejak Oktober. Sementara itu, WTI bertahan di sekitar $60 per barel, ikut menguat seiring meningkatnya tensi geopolitik.

Situasinya makin panas setelah Presiden AS Donald Trump memberi ancaman “akan ada konsekuensi” jika otoritas Iran menyerang demonstran. Dari pihak Iran, Teheran memperingatkan AS dan Israel untuk tidak ikut campur. Ketegangan ini memperbesar risiko terganggunya ekspor Iran yang mendekati 2 juta barel per hari.

Ancaman gangguan pasokan ini menahan kekhawatiran pasar soal potensi “banjir pasokan” global yang sebelumnya bikin harga minyak tertekan dan membuat banyak investor cenderung bearish. Sekarang, fokus pasar mulai bergeser: bukan cuma soal surplus, tapi juga soal risiko supply yang bisa tiba-tiba seret.

Sinyal kekhawatiran itu paling kelihatan di pasar opsi: minat pada posisi bullish (call) menguat, bahkan disebut menjadi yang paling condong ke arah bullish untuk futures minyak AS sejak Juli. Di saat yang sama, isu Iran juga bikin sorotan ke Venezuela agak meredup, meski Trump baru saja menandatangani perintah eksekutif untuk melindungi pendapatan minyak Venezuela yang disimpan di rekening Treasury AS dari klaim kreditur.

Namun Venezuela tetap penuh tanda tanya. Trump juga mengundang petinggi perusahaan minyak besar seperti Chevron, ExxonMobil, dan ConocoPhillips ke pertemuan di Gedung Putih, menjanjikan komitmen investasi sampai $100 miliar untuk membangun kembali sektor minyak Venezuela—meski para eksekutif terlihat hati-hati, bahkan pimpinan Exxon menyebut negara itu “tidak layak investasi.” Di sisi lain, Ukraina juga menyerang tiga platform pengeboran di Laut Kaspia milik Lukoil (Rusia), menambah lapisan risiko baru di pasar energi.

5 Poin Inti

- Minyak naik 3 hari berturut-turut karena protes Iran memicu risiko gangguan pasokan.

- Brent mendekati $64, WTI sekitar $60; Brent sempat lonjak hampir 6% dalam 2 hari.

- Risiko utama: ekspor Iran sekitar 2 juta barel/hari berpotensi terganggu.

- Pasar opsi makin bullish: permintaan “call” menguat paling besar sejak Juli untuk minyak AS.

- Fokus Venezuela bergeser: ada janji investasi besar, tapi ketidakpastian politik bikin investor tetap ragu; ditambah serangan Ukraina ke aset energi Rusia.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai