Venezuela Di-lock AS, Harga Minyak Ikut Goyah
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela—termasuk rencana mengelola penjualan minyak mentah ke depan dan penyitaan tanker yang masuk sanksi
Brent berada di sekitar $60,20/barel dan WTI di $56,21/barel.
Washington disebut akan memulai dengan menawarkan stored crude sebelum masuk ke penjualan pasokan Venezuela, sementara otoritas energi AS menyatakan minyak tersebut sudah mulai dipasarkan.
Dari sisi korporasi, langkah ini membuka ruang perubahan besar pada peta ekspor Venezuela. Kargo yang sebelumnya banyak mengalir ke Asia berpotensi bergeser, memperbesar tema “reroute” arus minyak dalam beberapa waktu ke depan—terutama bagi pihak yang selama ini menjadi pembeli utama.
Meski ada faktor geopolitik yang menopang, pasar tetap dibayangi kekhawatiran pasokan global yang longgar. Prospek tambahan barel dari Venezuela datang di saat produksi dari OPEC+ dan produsen lain masih menjaga suplai tinggi, sehingga kenaikan harga cenderung tertahan.
Di lapangan, tekanan AS juga terlihat dari aksi penyitaan tanker terkait Venezuela sebagai bagian dari pengetatan langkah energi. Kombinasi faktor ini membuat pasar minyak rentan volatil: dorongan naik dari geopolitik, tapi tertahan oleh narasi oversupply. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id