Minyak Awal 2026 Stabil, OPEC+ & Venezuela Jadi Pemicu
Harga minyak bergerak stabil di hari perdagangan pertama 2026 setelah mencatat penurunan tahunan terbesar sejak 2020. Pelaku pasar kini menimbang dua faktor utama: rapat OPEC+ yang sudah dekat dan risiko geopolitik yang kembali memanas.
Patokan AS WTI bertahan di atas $57 per barel setelah melemah menjelang libur Tahun Baru, sementara patokan global Brent ditutup di bawah $61. Pergerakan ini mencerminkan pasar yang masih “hati-hati” setelah tekanan kuat sepanjang 2025.
Perhatian terbesar tertuju ke rapat OPEC+ pada 4 Januari (via video conference). Anggota kunci yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia diperkirakan tetap berpegang pada keputusan sejak November: menghentikan kenaikan pasokan lanjutan untuk sementara.
Di sisi geopolitik, pemerintahan Presiden Donald Trump disebut meningkatkan tekanan terhadap ekspor minyak Venezuela dengan memberi sanksi pada perusahaan di Hong Kong dan China daratan, termasuk kapal-kapal yang dituduh menghindari pembatasan.
Ketegangan juga muncul dari konflik Rusia–Ukraina, yang saling menyerang pelabuhan di Laut Hitam selama periode Tahun Baru. Serangan tersebut dilaporkan merusak infrastruktur, termasuk sebuah kilang menambah unsur risiko pada pasokan dan logistik energi.
Meski ada dukungan dari sisi geopolitik, pasar tetap dibayangi isu kelebihan pasokan global. Minyak turun sekitar seperlima tahun lalu karena kekhawatiran “glut” setelah OPEC+ sempat menaikkan pasokan dan produksi dari pesaing juga meningkat. IEA memperkirakan surplus sekitar 3,8 juta barel per hari untuk tahun ini.
Menurut Robert Rennie (Westpac), peristiwa geopolitik bisa menopang harga minyak dalam jangka pendek, tetapi harga berpotensi tetap tertekan di kuartal I karena oversupply dan peluang kemajuan menuju kesepakatan damai Ukraina. Terkait Venezuela, Rusia juga dilaporkan mengajukan permintaan diplomatik agar AS menghentikan pengejaran tanker Bella 1 di Atlantik. Pada perdagangan pagi di Singapura, WTI Feb sekitar $57,45, sementara Brent Mar ditutup turun 0,8% di $60,85.
5 poin penting
- Minyak stabil di awal 2026 setelah drop tahunan terdalam sejak 2020.
- OPEC+ meeting 4 Jan diprediksi tetap pause kenaikan pasokan.
- AS meningkatkan tekanan ke Venezuela lewat sanksi pada perusahaan & kapal terkait.
- Serangan Rusia–Ukraina di pelabuhan Laut Hitam menambah risiko geopolitik.
- Sentimen utama tetap oversupply; IEA memproyeksi surplus ~3,8 juta bph tahun ini.
Sumber: Newsmaker.id