• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

31 December 2025 20:48  |

Minyak Bersiap Tutup 2025 dengan Penurunan Terbesar Sejak 2020

Harga minyak naik tipis pada Rabu (31/12), tapi secara keseluruhan 2025 diperkirakan turun lebih dari 15% karena pasar makin yakin bakal terjadi kelebihan pasokan. Tahun ini ditandai perang, tarif yang lebih tinggi, kenaikan output OPEC+, serta sanksi terhadap Rusia, Iran, dan Venezuela.

Untuk performa tahunan, Brent tercatat turun hampir 18% (penurunan persentase tahunan terbesar sejak 2020) dan menuju tiga tahun beruntun melemah—jadi rekor streak terpanjangnya. WTI juga mengarah turun sekitar 19% sepanjang 2025.

Analis BNP Paribas, Jason Ying, memperkirakan Brent bisa turun ke $55/barel pada kuartal I, lalu pulih ke sekitar $60/barel sepanjang sisa 2026 ketika pertumbuhan pasokan kembali “normal” dan permintaan cenderung datar. Ia menilai alasannya lebih bearish dalam jangka dekat karena produsen shale AS sempat hedging di level tinggi—membuat suplai shale lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap pergerakan harga.

Pada Rabu pukul 11:50 GMT, Brent naik tipis ke $61,54/barel dan WTI ke $58,16/barel. Dari sisi stok, sumber pasar mengutip data API yang menunjukkan persediaan minyak mentah dan bahan bakar AS naik pekan lalu, sementara data resmi EIA dijadwalkan rilis kemudian hari itu. OPEC+ sendiri mempercepat kenaikan produksi di 2025, namun menjeda kenaikan output untuk kuartal I 2026 setelah melepas sekitar 2,9 juta bph ke pasar sejak April; rapat berikutnya 4 Januari.

5 poin penting

Minyak menuju penurunan tahunan >15% di 2025 karena ekspektasi oversupply.

Brent turun hampir 18% (terburuk sejak 2020) dan berpotensi 3 tahun beruntun melemah; WTI turun sekitar 19%

BNP Paribas: Brent bisa ke $55 di kuartal I 2026 lalu stabil sekitar $60 sisa 2026.

Shale AS dinilai lebih “konsisten” karena hedging di level tinggi, jadi suplai tidak terlalu responsif pada harga.

OPEC+ melepas sekitar 2,9 juta bph sejak April, jeda kenaikan di kuartal I 2026; pasar menanti rapat 4 Januari + proyeksi surplus pasokan (IEA 3,84 juta bph vs Goldman 2 juta bph).(yds)

Sumber: Reuters.com

 

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai