Emas Naik Tipis, Diplomasi Iran Jadi Penahan
Harga emas bergerak naik tipis pada perdagangan Senin, saat investor menimbang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dengan harapan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. Emas spot bergerak di sekitar US$4.011–US$4.012 per troy ounce, sementara futures emas AS berada di sekitar US$4.020 per troy ounce.
Kenaikan emas masih ditopang oleh ketidakpastian geopolitik. Serangan antara AS dan Iran kembali meningkat, termasuk terhadap fasilitas minyak penting di Kuwait dan kapal-kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Kondisi ini membuat pasar tetap khawatir terhadap gangguan pasokan energi global.
Namun, penguatan emas terlihat terbatas terkait harga minyak yang sempat mereda setelah sebelumnya naik ke atas US$90 per barel. Pergerakan minyak menjadi perhatian utama, karena lonjakan harga energi dapat kembali memicu tekanan inflasi.
Harapan diplomasi juga mulai muncul. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington masih terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Iran. Di sisi lain, Iran juga menyebut negosiasi dapat dilakukan berdasarkan kepentingan nasional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa mediator telah mengajukan sejumlah proposal untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. Sinyal ini memberi sedikit harapan bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meski situasi di lapangan tetap panas.
Dampaknya ke market, emas masih berada dalam posisi tarik-menarik. Ketegangan Timur Tengah memberi dukungan safe haven, tetapi potensi inflasi energi dan ekspektasi suku bunga tinggi The Fed membatasi kenaikan. Selama emas belum mampu menembus area US$4.025–US$4.030 secara kuat, penguatannya masih berpotensi rapuh.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id