Emas Menuju Penurunan Kuartalan Terbesar dalam 13 Tahun
Harga emas bergerak menuju penurunan kuartalan terbesar sejak 2013 pada perdagangan Selasa (30/6) . Tekanan muncul karena pasar semakin khawatir terhadap inflasi yang sulit turun dan peluang kenaikan suku bunga yang kembali membayangi pergerakan logam mulia.
Spot gold naik tipis 0,1% ke level US$4.197,54 per ons pada pukul 05.48 ET atau 09.48 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas turun 0,2% ke posisi US$4.033,05 per ons. Sepanjang Juni, spot gold tercatat melemah lebih dari 11% dan berpotensi mencatat penurunan bulanan keempat secara beruntun.
Senior Market Analyst Trade Nation, David Morrison, menilai pertanyaan utama bagi pelaku pasar saat ini adalah apakah harga emas sudah menemukan titik terendahnya setelah aksi jual selama lima bulan dari rekor tertinggi pada akhir Januari, atau masih berpeluang turun lebih dalam.
Tekanan terhadap emas datang dari kombinasi harga energi yang tinggi, gangguan akibat perkembangan kecerdasan buatan atau AI, serta ekspektasi inflasi yang masih bertahan tinggi tahun ini. Kondisi tersebut memperkuat peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga, yang dapat menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, harga energi memang telah turun mendekati level sebelum konflik setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran. Namun, ketidakpastian di Timur Tengah masih belum sepenuhnya mereda, terutama setelah kembali muncul ketegangan militer pada akhir pekan. Pembicaraan teknis antara kedua pihak dijadwalkan berlangsung di Qatar pekan ini.
Penguatan dolar AS juga ikut menekan harga emas. Dolar menguat seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve setidaknya akan menaikkan suku bunga satu kali pada tahun ini. Dalam pertemuan Juni, bank sentral AS memberikan sinyal hawkish, dengan sejumlah pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga untuk menahan inflasi.
Sementara itu, analis OCBC memangkas proyeksi harga emas dan perak untuk tahun ini karena tekanan suku bunga tinggi dan kondisi makroekonomi yang lebih menantang. OCBC menurunkan proyeksi harga emas akhir 2026 menjadi US$4.360 per ons dari sebelumnya US$5.100 per ons, sedangkan proyeksi perak dipangkas menjadi US$67 per ons dari sebelumnya US$89,5 per ons.(yds)
Sumber: Newsmaker.id