Emas Turun Saat Dolar Menguat dan Pasar Pantau Gencatan Senjata AS-Iran
Harga emas turun pada Selasa (12/5) ketika investor memantau gencatan senjata AS-Iran yang dinilai rapuh, sembari menunggu agenda pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada pekan ini. Spot gold turun 0,8% ke US$4.699,16 per ons pada 05:56 ET, sementara emas berjangka AS melemah 0,5% ke US$4.707,20.
Pelemahan juga terjadi di logam mulia lain, menandakan tekanan yang lebih luas pada kompleks precious metals. Perak spot turun 2,6% ke US$83,90 per ons, sementara platinum turun 2,7% ke US$2.078,23, seiring pasar mengurangi eksposur pada aset defensif yang sensitif terhadap perubahan dolar dan suku bunga.
Dari sisi geopolitik, Trump menyebut respons Iran atas proposal perdamaian yang didukung AS sebagai “piece of garbage” dan memperingatkan gencatan senjata berisiko runtuh setelah pekan-pekan negosiasi tidak langsung. Iran menyatakan siap merespons “tindakan agresi” dan menegaskan tuntutan seperti pelonggaran sanksi, pemulihan ekspor minyak, serta pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting pengiriman minyak global.
Harga minyak yang tetap tinggi ikut membatasi daya tarik emas. Kanal transmisinya terutama melalui inflasi energi: kenaikan biaya energi berisiko menahan inflasi lebih lama dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi, yang cenderung mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas. Pada saat yang sama, dolar AS menguat karena dipandang sebagai aset relatif aman di tengah ketidakpastian geopolitik, sehingga menambah tekanan pada emas yang menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS.
Fokus pasar kemudian beralih ke dua katalis jangka pendek: pertemuan Trump–Xi yang diperkirakan membahas Iran, Taiwan, tensi dagang, AI, dan keamanan energi, serta rilis data inflasi AS, khususnya CPI, untuk membaca dampak tekanan geopolitik terhadap arah kebijakan Federal Reserve. Kombinasi dolar, minyak, dan data inflasi akan menjadi variabel utama yang dipantau pasar emas dalam waktu dekat.(yds)
Sumber: Newsmaker.id