Emas Naik Tipis, Ini Penyebabnya!
Harga emas naik di atas US$4.750 per ons pada Selasa (12/5), mendekati level tertinggi dalam sekitar tiga pekan. Kenaikan terjadi meski pasar menyoroti risiko inflasi, menyusul lonjakan harga minyak akibat ketidakpastian konflik di Timur Tengah dan gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz.
Dukungan tambahan datang dari dolar AS yang melemah, setelah sebelumnya sempat menguat di awal pekan. Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata AS–Iran berada di “massive life support” setelah menolak proposal damai terbaru Iran, memperkuat kekhawatiran bahwa jalur pelayaran strategis itu dapat tetap efektif terhambat lebih lama.
Sejumlah laporan juga menyebut Trump akan bertemu tim keamanan nasional untuk membahas kemungkinan dimulainya kembali operasi militer, sekaligus meninjau rencana pengawalan kapal komersial melintasi Hormuz. Situasi ini menjaga permintaan aset lindung nilai tetap aktif, meski tekanan inflasi dari energi menjadi faktor penyeimbang.
Pelaku pasar kini menunggu rilis data inflasi konsumen AS (CPI) untuk membaca seberapa besar konflik Iran memengaruhi tekanan harga dan ekspektasi kebijakan suku bunga. Hasil data tersebut berpotensi menjadi penentu arah berikutnya bagi emas melalui jalur dolar dan persepsi risiko inflasi.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id