• Tue, May 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 May 2026 03:13  |

Risiko Eskalasi Memanas, Emas Menguat Tipis

Harga emas (XAU/USD) menguat moderat sekitar 0,30% pada perdagangan Senin (11/5) setelah upaya resolusi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Logam mulia diperdagangkan di sekitar US$4.726, setelah sempat menyentuh level terendah harian di US$4.648 sebelum berbalik naik.

Kenaikan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru dari Teheran dan menyebutnya sebagai “totally unacceptable.” Iran dalam proposalnya menuntut kompensasi atas kerusakan perang, kendali atas Selat Hormuz, pencairan dana yang dibekukan, serta penghentian blokade Angkatan Laut AS. Namun, proposal tersebut tidak mencakup penyerahan stok nuklir kepada AS — tuntutan utama Washington.

Laporan Axios menyebutkan Trump menggelar pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional untuk mengevaluasi kemungkinan dimulainya kembali aksi militer. Spekulasi eskalasi konflik mendorong harga minyak mentah AS melonjak sekitar 3,60%, dengan WTI berada di kisaran US$98 per barel. Indeks Dolar AS juga menguat tipis, mencerminkan sentimen risk-off di pasar global.

Meski dolar dan minyak sama-sama naik, emas tetap mampu mempertahankan penguatan, menandakan permintaan lindung nilai masih solid di tengah ketidakpastian geopolitik.

Dari sisi data ekonomi, penjualan rumah bekas di AS menunjukkan kenaikan tipis pada April. Namun fokus utama pasar tertuju pada rilis data inflasi pekan ini, termasuk Indeks Harga Konsumen dan Indeks Harga Produsen yang dinilai krusial bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Sementara itu, Morgan Stanley menyatakan tidak memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga oleh The Fed tahun depan. Pandangan tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar uang yang menilai bank sentral AS kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap lebih lama.

Dengan kombinasi risiko geopolitik yang meningkat dan prospek suku bunga tinggi yang berkepanjangan, pergerakan emas diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan diplomasi di Timur Tengah serta data ekonomi utama AS dalam beberapa hari mendatang. (Arl)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai