Emass Turun, Satu Data Ini Bisa Balikkan Emas!
Harga emas melemah di awal pekan dan bertahan tertekan di bawah US$4.700 pada sesi Asia, seiring penguatan dolar AS. Permintaan dolar sebagai aset aman meningkat setelah ketegangan AS–Iran kembali naik, sementara emas kehilangan momentum kenaikan jangka pendeknya.
Optimisme damai AS–Iran cepat memudar setelah kedua pihak saling menolak proposal perdamaian, di tengah sengketa soal program nuklir Iran. Ketidakpastian terkait Selat Hormuz kembali menambah premi risiko geopolitik, namun arus safe haven lebih banyak mengalir ke dolar sehingga menjadi hambatan bagi emas.
Di saat yang sama, kenaikan harga minyak menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi. Kombinasi inflasi energi dan data tenaga kerja AS yang solid memperkuat ekspektasi kebijakan The Fed tetap hawkish, yang biasanya mendukung dolar dan menekan emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Data pekerjaan terbaru menunjukkan NFP April bertambah 115 ribu dengan pengangguran 4,3%. Pasar juga menilai peluang kenaikan suku bunga masih ada, dengan indikator FedWatch mengisyaratkan probabilitas lebih dari 20% untuk setidaknya satu kenaikan 25 bps hingga akhir tahun—menciptakan tekanan fundamental bagi emas.
Namun pelaku pasar cenderung menahan posisi besar menjelang rilis data utama pekan ini, terutama CPI dan PPI AS serta Retail Sales dan komentar pejabat FOMC. Selama dolar tetap kuat dan ekspektasi suku bunga bertahan ketat, bias jangka pendek emas masih cenderung defensif, sementara setiap reli di atas area US$4.700 berpotensi terbatas.
5 inti poin:
- Emas melemah dan bertahan di bawah US$4.700 seiring penguatan dolar.
- Ketegangan AS–Iran naik lagi; negosiasi damai mandek dan risiko Hormuz kembali jadi perhatian.
- Minyak naik memicu kekhawatiran inflasi, memperkuat ekspektasi The Fed tetap hawkish.
- Data AS: NFP +115K, pengangguran 4,3%; pasar masih melihat peluang kenaikan 25 bps hingga akhir tahun.
- Pasar menunggu CPI, PPI, Retail Sales, dan komentar FOMC untuk arah dolar dan emas berikutnya.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id