Dolar Menguat, Pasar Khawatir tentang Gencatan Senjata AS-Iran
Indeks dolar kembali naik di atas 98 pada hari Selasa (12/5), setelah Presiden AS Donald Trump meragukan keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran. Penolakan Trump terhadap tawaran perdamaian terbaru Teheran meningkatkan permintaan aset safe-haven, yang menyebabkan peningkatan permintaan dolar di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Beberapa laporan juga menunjukkan bahwa Trump akan bertemu dengan tim keamanan nasionalnya untuk membahas opsi lebih lanjut dalam konflik tersebut, termasuk kemungkinan dimulainya kembali operasi militer. Pada saat yang sama, Gedung Putih sedang meninjau rencana untuk mengawal kapal komersial melalui Selat Hormuz, jalur air strategis yang telah menarik perhatian pasar karena dampaknya terhadap pasokan energi global.
Konflik yang sedang berlangsung telah membuat harga minyak tetap tinggi, sehingga risiko inflasi tetap menonjol. Kenaikan biaya energi diperkirakan akan memperpanjang tekanan harga di berbagai sektor, memperkuat pandangan bahwa suku bunga mungkin perlu tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama guna menekan inflasi.
Para pelaku pasar kini menunggu rilis data inflasi konsumen (CPI) AS untuk bulan April untuk menilai seberapa besar perang Iran memengaruhi perekonomian dan bagaimana hal itu dapat membentuk arah kebijakan Federal Reserve. Data ini sangat penting karena akan memengaruhi ekspektasi pasar mengenai waktu dan cakupan penyesuaian suku bunga di masa mendatang.
Selain faktor geopolitik dan inflasi, investor juga fokus pada agenda diplomatik AS. Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping minggu ini, dengan hubungan perdagangan dan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan menjadi topik utama yang dapat memengaruhi sentimen pasar global, termasuk arah dolar. (asd)
Sumber: Newsmaker.id