• Thu, Apr 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 April 2026 07:06  |

Emas Naik Tipis, Diplomasi AS–Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Harga emas menguat tipis setelah dorongan baru solusi komunikasi perang Iran menenangkan kekhawatiran inflasi menuju ke arah Selat Hormuz yang masih berlanjut. Bullion naik kembali ke atas US$4.810 per ons setelah turun 1,1% pada sesi sebelumnya.

Beberapa analis menyebutkan AS dan Iran mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata dua minggu untuk memberi waktu tambahan bagi negosiasi mengakhiri konflik yang telah mengganggu pasar global. Namun, pergerakan kapal di Hormuz masih tersendat karena AS memblokade-kapal Iran, sementara Teheran mempertahankan penutupan jalur penting itu bagi sebagian besar lalu lintas lainnya.

Associated Press melaporkan kedua pihak memiliki “kesepakatan secara prinsip” untuk melanjutkan diplomasi setelah putaran pembicaraan awal di Pakistan berakhir tanpa hasil yang tegas. Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengatakan perang yang berlangsung hampir tujuh minggu “hampir berakhir.” Dalam konteks pasar, minyak cenderung stabil pada hari Kamis, saham AS ditutup di rekor pada sesi sebelumnya, dan indeks dolar melemah tipis.

Turunnya harga minyak dalam beberapa hari terakhir membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang sebelumnya mendorong ekspektasi suku bunga bertahan lebih lama. Meski begitu, pasar swap masih memperkirakan Federal Reserve akan menahan suku bunga tahun ini, selaras dengan komentar Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem dan Presiden Fed Cleveland Beth Hammack yang menyatakan suku bunga berpotensi “bertahan” untuk waktu yang cukup lama. Suku bunga tinggi tetap menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan hasil yang tidak seimbang.

Standard Chartered menilai emas belum sepenuhnya aman karena gencatan senjata masih rapuh dan fokus pasar mulai bergeser ke imbal hasil riil, sementara kebutuhan likuiditas dapat kembali menekan harga. Di sisi arus dana, emas tercatat turun sekitar 9% sejak perang dimulai akibat tekanan likuiditas di awal konflik, tetapi tanda minat beli mulai kembali terlihat: ETF berbasis emas menambah sekitar 25 ton sepanjang bulan ini setelah pemangkasan sekitar 94 ton pada bulan Maret. Pada pukul 07.15 waktu Singapura, emas spot naik 0,5% menjadi US$4.812,95 per ons, sementara perak menguat 0,6% menjadi US$79,39.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

 

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai