• Thu, Apr 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 April 2026 02:45  |

Emas Melemah, Pasar Cermati Dinamika AS–Iran dan Suku Bunga

Harga emas bergerak turun pada Rabu (15/4) setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan, ketika investor menilai sinyal terbaru terkait situasi AS–Iran dan implikasinya terhadap prospek suku bunga.

Emas spot turun 0,9% ke US$4.796,56 per ons, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 18 Maret pada sesi yang sama. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 0,6% ke US$4.820,50.

Analis Kitco Metals Jim Wyckoff menilai pergerakan itu mencerminkan aksi ambil untung yang wajar setelah harga menembus puncak semalam. Ia menambahkan, dalam beberapa sesi terakhir emas justru menguat saat minat terhadap assert berisiko membaik dan melemah saat terjadi episode risk aversion, bergerak berlawanan dengan peran tradisionalnya sebagai aset lindung nilai. Fokus pelaku pasar, menurutnya, kini lebih tertuju pada implikasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan tekanan inflasi.

Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang berpotensi segera dilanjutkan dan berujung kesepakatan, sembari menyebut pasar perlu “menantikan dua hari yang luar biasa.” Di saat yang sama, pasukan AS yang menerapkan blokade dilaporkan memutar balik kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran.

Harga minyak menguat seiring pengapalan melalui Selat Hormuz masih terbatas. Empat puluh lima hari setelah Garda Revolusi Iran menyatakan selat itu ditutup, lalu lintas melalui jalur tersebut disebut tetap tidak pasti meski ada gencatan senjata dua minggu.

Dari jalur kebijakan moneter, Presiden Chicago Fed Austan Goolsbee pada Selasa mengatakan Federal Reserve mungkin perlu menunggu hingga 2027 untuk memangkas suku bunga jika fase harga minyak tinggi yang berkepanjangan akibat perang Iran menunda kemajuan inflasi menuju target 2% bank sentral. Pasar saat ini menilai peluang pemangkasan suku bunga AS tahun ini sebesar 31%.

Bagi emas, transmisi utamanya tetap berada pada suku bunga riil dan biaya peluang. Kenaikan suku bunga cenderung menekan emas karena meningkatkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil, sehingga dapat mengimbangi daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi. Ke depan, pasar akan memantau kelanjutan diplomasi AS–Iran, dinamika Selat Hormuz yang mempengaruhi harga energi, serta sinyal bank sentral terkait lintasan suku bunga.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai