Emas Melemah, Blokade Laut AS Timbulkan Ketidakpastian
Harga emas sedikit melemah pada perdagangan Eropa Rabu (15/4) setelah sempat menyentuh level tertinggi satu bulan pada sesi sebelumnya, sementara perhatian pasar tetap tertuju pada peluang kelanjutan pembicaraan damai AS–Iran sebelum masa gencatan senjata berakhir pekan depan. Emas spot turun 0,7% ke US$4.803,17/oz, sedangkan kontrak berjangka turun 0,3% ke US$4.838,40/oz.
Reli pada Selasa didorong kombinasi data inflasi produsen AS (PPI) yang lebih lunak dari perkiraan dan pelemahan dolar, yang kembali memunculkan taruhan bahwa Federal Reserve masih punya ruang untuk memangkas suku bunga akhir tahun ini. Pola PPI disebut sejalan dengan CPI: inflasi headline terdorong biaya energi, tetapi inflasi inti bergerak terbatas. Mantan Ketua The Fed sekaligus eks Menkeu AS Janet Yellen juga menyebut peluang satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini masih terbuka—kondisi yang biasanya mendukung aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Namun, dukungan tersebut tertahan oleh kebangkitan kembali premi risiko energi. Harga minyak pulih pada Rabu setelah militer AS mengatakan blokade laut terhadap Iran telah diberlakukan sepenuhnya, yang dipandang sebagai tekanan untuk mendorong kesepakatan. Presiden Donald Trump menyebut kemungkinan pembicaraan lanjutan dalam dua hari ke depan dan menilai akhir perang sudah dekat, sementara laporan menyebut Washington dan Teheran sama-sama tetap membuka pintu dialog menjelang berakhirnya gencatan senjata pekan depan.
Di logam lain, perak spot turun 1% ke US$78,675/oz, sedangkan platinum relatif datar di US$2.107,21/oz. Pasar akan memantau perkembangan negosiasi AS–Iran, status blokade dan arus energi, pergerakan harga minyak, arah dolar dan imbal hasil AS, serta sinyal kebijakan The Fed menjelang kedaluwarsa gencatan senjata. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id