Diplomasi Menguat, Emas Tetap Defensif
Harga emas bergerak stabil di sekitar US$4.820 per ons pada Rabu (15/4), masih di dekat puncak satu bulan, ketika investor menimbang perkembangan pembicaraan damai AS–Iran yang ditujukan meredakan konflik di Timur Tengah. Mediasi dilaporkan menunjukkan kemajuan untuk memperpanjang gencatan senjata, dengan kedua pihak disebut sepakat secara prinsip melanjutkan negosiasi yang mencakup program nuklir Iran, status Selat Hormuz, dan isu kompensasi perang.
Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kesepakatan bisa mendekat, namun ketidakpastian tetap tinggi setelah AS mengumumkan rencana penambahan sekitar 10.000 personel militer ke kawasan. Kombinasi sinyal diplomasi dan risiko eskalasi ini menjaga emas tetap defensif: didukung kebutuhan lindung nilai, tetapi belum mendapatkan dorongan kuat untuk menembus puncak terbaru.
Dari sisi makro, pelemahan dolar yang masih bertahan dekat level terendah enam pekan turut menopang bullion. Pada saat yang sama, pasar menahan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut karena Federal Reserve mengambil sikap hati-hati saat menilai risiko inflasi. Meski kerap dipandang sebagai lindung nilai inflasi, emas masih tercatat turun sekitar 10% sejak konflik Iran dimulai, seiring suku bunga yang lebih tinggi menekan daya tarik aset tanpa imbal hasil.
Fokus pasar berikutnya: konsistensi perpanjangan gencatan senjata, detail agenda negosiasi (nuklir, Hormuz, kompensasi), perkembangan penempatan pasukan AS, arah dolar, serta perubahan ekspektasi suku bunga The Fed. (Arl)*
Sumber: Newsmaker.id