USD/JPY Melemah di Sesi Asia, Risiko Hormuz Batasi Penguatan Yen
USD/JPY kembali melemah pada sesi Asia Kamis (16/04) setelah gagal mempertahankan kenaikan tipis sehari sebelumnya. Mata uang ini turun ke area 158,72–158,65 dan bertahan dekat palung mingguan yang sempat disentuh pada Selasa kemarin, seiring pelemahan dolar AS yang masih dominan.
Tekanan pada dolar datang dari membaiknya sentimen risiko global di tengah harapan gencatan senjata AS–Iran dapat diperpanjang dan negosiasi berlanjut. Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa perang dengan Iran “hampir berakhir” ikut memperkuat pandangan de-eskalasi, sehingga mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven dan menekan USD/JPY.
Harga minyak yang bertahan dekat level rendah terbaru juga turut meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed yang lebih hawkish menjadi lebih terbatas. Di sisi lain, yen mendapat dukungan dari spekulasi bahwa otoritas Jepang dapat melakukan intervensi untuk menahan pelemahan mata uang domestik, yang menambah tekanan turun pada USD/JPY.
Namun, risiko ekonomi dari ketidakstabilan di Selat Hormuz dinilai dapat membatasi penguatan yen lebih jauh. Jepang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah, dan blokade Angkatan Laut AS yang membatasi lalu lintas pelayaran keluar-masuk Iran berpotensi memperketat arus minyak yang sudah terganggu, memunculkan kekhawatiran tekanan terhadap aktivitas ekonomi Jepang dalam waktu dekat.
Secara teknikal, USD/JPY masih bergerak dalam rentang yang relatif dikenal selama sekitar satu bulan terakhir, sehingga pasar cenderung menunggu konfirmasi pelemahan yang lebih kuat sebelum memperpanjang koreksi dari area pertengahan 160-an yang tercapai bulan lalu. Minimnya rilis data makro AS yang besar membuat perhatian pasar bergeser ke pidato pejabat FOMC, yang berpotensi menjadi pemicu arah dolar dan pergerakan USD/JPY berikutnya. (asd)
Sumber: Newsmaker.id