• Tue, Mar 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 March 2026 18:24  |

Emas Rebound Tajam usai Selloff, Terangkat Sinyal Negosiasi AS–Iran

Harga emas bangkit tajam setelah mengalami aksi jual besar, ditopang kabar bahwa Amerika Serikat memberi sinyal terbuka terhadap negosiasi dengan Iran. Pemulihan ini terjadi ketika pasar merespons perubahan narasi geopolitik yang sempat menekan emas hingga kehilangan seluruh kenaikan tahunannya.

Emas memangkas kerugian besar pada Senin setelah Presiden AS Donald Trump menunda selama lima hari rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran, dengan alasan adanya pembicaraan “produktif” yang bertujuan mengakhiri permusuhan. Namun, Iran membantah ada diskusi apa pun, membuat pasar tetap menilai situasi rapuh dan sangat bergantung pada headline.

Pada perdagangan terbaru, emas spot berada di sekitar $4.423 per ons. Sebelumnya, emas sempat jatuh di bawah $4.200 per ons, menghapus kinerja year-to-date dan mencatat salah satu penurunan jangka pendek paling tajam dalam beberapa dekade terakhir.

Penurunan tajam itu dipicu perubahan ekspektasi pasar menuju suku bunga yang lebih tinggi di tengah lonjakan harga energi, disertai penguatan dolar AS serta melemahnya permintaan fisik dari kawasan Timur Tengah akibat gangguan pasokan. Tekanan juga diperparah oleh aksi profit taking dari investor institusi dan sovereign yang mengurangi eksposur setelah reli sebelumnya.

Rebound yang terjadi kemudian menegaskan betapa sensitifnya emas terhadap perubahan narasi geopolitik. Menurut UBS, sebelum muncul kabar negosiasi, pasar sudah “bergeser tegas” ke arah ekspektasi pengetatan kebijakan moneter, sehingga tema jangka panjang seperti dedolarisasi dan risiko fiskal sempat tersisih. UBS strategists yang dipimpin Wayne Gordon menilai reaksi emas yang terlihat “tidak intuitif” bagi sebagian investor—mengingat konflik geopolitik biasanya identik dengan safe haven.

Namun UBS mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan emas “tidak selalu naik saat konflik,” terutama pada fase awal. Dalam banyak kasus, faktor makro—terutama arah suku bunga dan pergerakan mata uang—lebih dominan membentuk harga emas dibanding sentimen geopolitik semata.

Inti Newsmaker: pemulihan emas hari ini lebih banyak mencerminkan perubahan persepsi risiko dibandingkan perubahan fundamental yang permanen. Selama pasar masih mem-price-in skenario suku bunga tinggi lebih lama akibat oil shock, emas akan tetap volatil—dan arah berikutnya sangat bergantung pada kombinasi perkembangan Iran serta dinamika dolar dan yield.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai