Trump Tunda Serangan Iran Emas Naik Tipis, Risiko Inflasi Energi Masih Membayangi
Harga emas menguat terbatas setelah keputusan Presiden AS Donald Trump menunda serangan terhadap infrastruktur listrik Iran memberi jeda sementara dari tekanan jual tajam yang terjadi sepanjang perang. Emas sempat naik hingga 0,9% pada awal perdagangan, setelah turun hampir 2% pada sesi sebelumnya dan memperpanjang pelemahan hingga hari kesembilan beruntun.
Perbaikan sentimen terjadi karena pasar menilai peluang eskalasi langsung sedikit mereda. Trump mengumumkan penundaan lima hari atas serangan yang sebelumnya diancamkan dan menyebut ada “pembicaraan produktif”. Setelah pernyataan itu, saham AS menguat, sementara yield Treasury dan dolar melemah. Namun Teheran membantah ada pembicaraan, sehingga optimisme pasar tetap rapuh.
Minyak relatif stabil pada Senin setelah anjlok 10% pada sesi sebelumnya, tetapi ketidakpastian soal kelanjutan negosiasi dan pemulihan arus pelayaran di Selat Hormuz masih tinggi. Kerusakan infrastruktur energi yang sudah terjadi juga membutuhkan waktu untuk diperbaiki, sehingga risiko inflasi tetap ada meski harga minyak sempat terkoreksi.
Ancaman inflasi energi mempertahankan ekspektasi suku bunga tinggi—bahkan peluang pengetatan—dari The Fed dan bank sentral lain. Ini menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, dan menjelaskan mengapa reli emas cenderung tertahan meski headline geopolitik sempat lebih konstruktif.
Dinamika ini punya preseden historis. Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, emas sempat melonjak sebagai safe-haven namun kemudian melemah berbulan-bulan ketika guncangan energi menular ke inflasi dan kebijakan suku bunga. Sejumlah analis menilai pola serupa muncul saat ini: investor sering menjual aset yang paling likuid dan sempat untung—termasuk emas—untuk memenuhi kebutuhan margin atau menutup kerugian di aset lain.
eski turun hampir 17% sejak perang pecah akhir Februari hingga penutupan Senin, emas sebelumnya berada dalam tren naik yang ditopang ketegangan geopolitik, isu perdagangan, dan pembelian bank sentral. Namun bagi negara pengimpor energi yang selama ini akumulatif membeli emas, tagihan minyak dan gas yang meningkat dapat mengurangi ruang untuk menambah cadangan emas.
Pada 07:59 pagi di Singapura, emas spot naik 0,8% menjadi US$4.441,01 per ons. Perak naik 0,9% ke US$69,76, sementara platinum dan paladium juga menguat. Indeks dolar Bloomberg naik tipis 0,1% setelah turun 0,4% pada sesi sebelumnya. (asd)
Sumber : Newsmaker.id