Emas Pangkas Kerugian usai Trump Klaim “Pembicaraan yang Produktif” dengan Iran
Harga emas memangkas sebagian kerugiannya pada Senin (23/3) setelah harapan de-eskalasi di Timur Tengah menyapu pasar. Meski demikian, emas masih berada di bawah tekanan karena pasar tetap melihat risiko suku bunga bertahan lebih tinggi, dipicu shock minyak dari perang Iran yang dapat mengangkat inflasi.
Pada pukul 15:53 ET (19:53 GMT), emas spot (XAU/USD) turun 1,7% ke $4.408,33 per ons, setelah sebelumnya sempat jatuh hingga 8,2% pada awal sesi. Emas berjangka turun 3,6% ke $4.444,81 per ons. Di logam mulia lain, platinum turun 5,2% ke $1.868,15 per ons, sementara perak spot (XAG/USD) bergerak berlawanan arah dan naik 1,9% ke $69,0725 per ons.
Pemulihan emas terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington telah melakukan pembicaraan yang “baik dan produktif” dengan Iran, dan ia memerintahkan penundaan sementara atas rencana serangan militer ke pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran.
Dalam unggahan media sosial, Trump menyebut pembicaraan dua hari terakhir untuk mencapai “penyelesaian lengkap dan total” permusuhan berjalan produktif. Berdasarkan “tenor dan nada” percakapan yang akan berlanjut sepanjang pekan, Trump mengatakan ia menginstruksikan Pentagon untuk menunda lima hari “semua” serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran.
Namun dari pihak Iran, media pemerintah menyatakan Teheran tidak melakukan diskusi langsung dengan AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga menepis klaim adanya pembicaraan dan menegaskan posisi Iran terkait Selat Hormuz serta “prasyarat untuk mengakhiri perang” masih sama seperti sebelumnya.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id