Emas Ambles 3%, Nyaris Hapus Kenaikan Tahun Ini
Harga emas jatuh tajam pada Senin dan nyaris menghapus seluruh kenaikan tahun ini, seiring perang Iran memasuki pekan keempat dan AS–Iran saling melontarkan ancaman serangan baru. Bullion sempat anjlok hingga 3,8% ke US$4.320,30 per ons—hanya sedikit di atas level penutupan akhir tahun lalu.
Lonjakan harga minyak sejak konflik pecah meningkatkan risiko inflasi dan menekan peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve maupun bank sentral lain. Lingkungan “higher for longer” menjadi beban bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Emas telah turun delapan sesi beruntun dan baru mencatat penurunan mingguan terbesar sejak 1983, menandakan tekanan jual masih dominan.
Pergerakan awal yang bergejolak mencerminkan kondisi pasar yang lebih luas: minyak berfluktuasi dekat level penutupan tertinggi sejak pertengahan 2022, sementara ekuitas juga volatil. Dalam tiga pekan sejak perang dimulai pada 28 Februari, penurunan emas ikut didorong penjualan paksa ketika investor mencari likuiditas untuk menutup kerugian di aset lain.
Dari sisi geopolitik, Presiden Donald Trump memberi Iran tenggat dua hari untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi pengeboman pembangkit listrik. Iran merespons akan menutup jalur tersebut “sepenuhnya” dan menargetkan infrastruktur energi, teknologi informasi, serta desalinasi jika fasilitas listriknya diserang. Eskalasi ancaman ini memperpanjang ketidakpastian dan menjaga premi risiko energi tetap tinggi.
Sebagian analis menilai pola ini punya preseden. BNP Paribas menilai pada siklus guncangan besar (2008, 2020, 2022) emas sering turun di fase awal ketika investor mengejar dolar AS, sebelum akhirnya pulih dalam reli yang lebih berkelanjutan. Namun UBS menekankan bahwa meski besaran penurunan tidak tanpa contoh, kecepatan koreksi kali ini lebih cepat dibanding banyak episode historis.
Secara teknikal, RSI 14 hari turun di bawah 30, mendekati area “oversold” yang kerap dipantau trader. Data posisi juga menunjukkan spekulan besar menaikkan posisi net-long ke level tertinggi dalam tujuh minggu per 17 Maret, menandakan sebagian pelaku pasar mulai melihat ruang pantulan. Pada 11:37 di Singapura, emas spot turun 3,3% ke US$4.345,45; perak turun 4% ke US$65,26, sementara indeks dolar Bloomberg naik 0,1%. (asd)
Sumber : Newsmaker.id