Emas Jatuh 7 Sesi, Minyak Tinggi dan Sinyal The Fed Tekan Logam Mulia
Emas memperpanjang penurunan ke sesi ketujuh ketika eskalasi perang di Timur Tengah mendorong harga minyak lebih tinggi dan mengurangi peluang pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat. Emas batangan sempat turun hingga 2,7% setelah berbalik dari kenaikan intraday, menandai rangkaian pelemahan terpanjang sejak Oktober 2023. Perak anjlok lebih dari 5%, mempertegas tekanan pada kompleks logam mulia saat dolar kuat dan risiko inflasi energi meningkat.
Lonjakan energi menjadi kanal utama tekanan karena minyak dan gas yang menguat memperbesar risiko inflasi, sehingga jalur penurunan suku bunga Fed dan bank sentral lain dinilai semakin sempit. Minyak menguat pada Kamis setelah Iran dan Israel saling menyerang fasilitas energi penting di kawasan Teluk. Federal Reserve pada Rabu menahan suku bunga dan memproyeksikan hanya satu pemangkasan tahun ini, sementara Ketua Jerome Powell menekankan pemangkasan mensyaratkan perlambatan inflasi; The Fed juga menyebut dampak konflik membuat prospek ekonomi AS “tidak pasti”.
Pergerakan emas sejak perang pecah dinilai menyerupai episode 2022 saat guncangan energi menekan emas melalui jalur suku bunga, meski emas biasanya dipandang sebagai aset lindung nilai. Sejumlah pelaku pasar menilai reli besar dan volatilitas tinggi membuat fungsi safe-haven emas berkurang, sementara sebagian investor menjual emas untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dan margin. Meski begitu, emas masih naik sekitar 9% sepanjang tahun ini, walau sejak perang dimulai pada 28 Februari hingga penutupan Rabu, harganya turun hampir 9% dari puncak pasca-reli Januari.
Di sisi kebijakan, Powell juga menyinggung masa depannya setelah penyelidikan Departemen Kehakiman, menegaskan tidak berniat mundur sebagai gubernur hingga proses selesai dan bersedia menjadi ketua sementara bila pengganti belum dikonfirmasi saat masa jabatan ketua berakhir pada Mei. Isu independensi The Fed sempat menjadi penopang emas sebelumnya, namun saat ini tertutup oleh tekanan dari energi, dolar, dan repricing jalur suku bunga.
Pada 09:52 pagi di London, emas spot turun 2,4% ke US$4.704,32 per ons. Perak merosot 5,1% ke US$71,54, sementara platinum dan paladium juga melemah; indeks spot dolar Bloomberg relatif stabil.(alg)
Sumber: Newsmaker.id