• Mon, Mar 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 March 2026 07:01  |

Emas Jatuh di Bawah US$5.000 Ini Penjelasannya!

Harga emas turun ke bawah level psikologis US$5.000 per ons pada awal perdagangan Asia, seiring konflik di Timur Tengah yang telah memasuki pekan ketiga terus mendorong pemutaran harga minyak dunia. Tekanan terhadap logam mulia muncul setelah serangan terhadap infrastruktur energi penting selama akhir pekan memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global.

Emas spot sempat melemah sekitar 1% dan berdering di kisaran US$4.986,34 per ons di Singapura. Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan emas setelah mencatat penurunan mingguan kedua secara berturut-turut. Pada saat yang sama, harga minyak melonjak tajam setelah serangan Amerika Serikat ke pusat ekspor minyak utama Iran dibalas dengan serangan Teheran terhadap fasilitas energi di sejumlah negara Arab.

Kenaikan harga energi membuat pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dan bank sentral utama lainnya. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi emas, karena suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan aset non-yielding seperti logam mulia. Pelaku pasar kini hampir tidak melihat peluang adanya pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed pekan ini.

Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat terbaru menunjukkan belanja konsumen hanya naik tipis pada bulan Januari, sementara sentimen konsumen turun ke level terendah dalam tiga bulan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan ekonomi sudah mulai terasa bahkan sebelum konflik berkembang lebih jauh. Pasar pun mulai mewaspadai risiko perlambatan pertumbuhan di tengah inflasi yang masih tinggi akibat penambahan harga energi.

Meski dalam jangka pendek emas ditekankan oleh naiknya imbal hasil dan berkurangnya harapan pemangkasan suku bunga, prospek jangka menengah untuk logam mulia belum sepenuhnya suram. Jika konflik berkepanjangan yang memicu stagflasi, yakni kombinasi pertumbuhan yang melambat dan inflasi tinggi, emas tetap berpotensi kembali dilirik sebagai aset lindung nilai. Artinya, tekanan saat ini bisa saja hanya menjadi fase koreksi sebelum pasar kembali mencari perlindungan di aset safe haven.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

 

 

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai