Dari Rekor ke Koreksi: Emas Kena “Rem Darurat”
Harga emas akhirnya kena “rem mendadak” setelah reli gila-gilaan yang hampir menembus $5.600/ons. Di sesi Kamis (29/1), emas kemudian anjlok sampai -5,7% (intraday)—penurunan persentase paling dalam sejak Oktober—karena investor ramai-ramai ambil untung dan butuh likuiditas untuk nutup kerugian di aset lain, terutama saham.
Uniknya, ini bukan pola “risk-off” klasik. Normalnya saat pasar takut, emas diburu. Tapi kali ini, emas justru dijual karena jadi “ATM likuiditas”—aset yang paling cepat dicairkan saat volatilitas mendadak naik. Perak ikut terseret, sempat turun tajam (hingga sekitar -8% intraday).
Secara teknikal, kondisi memang sudah rawan koreksi. Emas sudah naik lebih dari 20% sepanjang bulan ini dan melaju delapan hari beruntun. RSI emas bahkan sempat tembus di atas 90 (area super-overbought), sementara RSI perak sekitar 84—level yang sering jadi sinyal pasar butuh “napas” dulu.
Faktor lain yang ikut menekan: dolar AS rebound tipis, bikin tekanan tambahan ke logam mulia. DXY/dollar index berada di kisaran 96,215.
Harga emas sekitar $5.368/ons, memangkas penurunan yang didapat di bawah 1% dan perak sekitar $116,69/ons pada update terbaru perdagangan sesi AS. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id