Emas Terus Cetak Rekor Ditengah Sejumlah Kekhawatiran Geopolitik
Emas (XAU/USD) kembali menambah penguatan pada Kamis (29/1), yang meneruskan lonjakan besar sehari sebelumnya. Harga emas bergerak di area $5.522/ons, sempat mencetak rekor baru di sekitar $5.597/ons sebelum masuk fase konsolidasi. Dorongan utamanya masih sama: volatilitas naik dan arus “beralih ke aset aman” makin kuat.
Salah satu pemicu paling kuat datang dari ketegangan geopolitik yang memanas lagi. Risiko AS–Iran kembali jadi sorotan setelah Washington mengeluarkan peringatan baru soal kemungkinan aksi militer. Laporan media menyebut Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan serangan besar ke Iran, meski keputusan final belum diambil.
Situasi makin panas setelah Trump menulis di Truth Social bahwa “armada besar” AS bergerak ke arah Iran dan mendesak Teheran kembali ke meja perundingan soal program nuklir. Trump juga memberi ultimatum bahwa “waktu hampir habis” dan memperingatkan serangan berikutnya akan “jauh lebih buruk”. Reaksi seperti ini biasanya langsung mengangkat permintaan safe haven—dan emas jadi target utama.
Dari sisi fundamental, World Gold Council (WGC) melaporkan permintaan emas global pada 2025 menembus 5.000 ton untuk pertama kalinya, didorong arus investasi yang sangat kuat. Bank sentral disebut membeli 863 ton sepanjang tahun, sementara kepemilikan ETF emas global naik 801 ton. Permintaan koin dan batangan juga naik ke level tertinggi 12 tahun—tanda minat lindung nilai makin luas.
Di saat yang sama, kepercayaan pada dolar AS ikut tergerus, membuat aliran dana mengalir ke aset lindung nilai. “Debasement trade” kembali ramai—dipicu ketidakpastian kebijakan, tensi perdagangan, dan kekhawatiran soal independensi The Fed.
Keputusan The Fed menahan suku bunga belum banyak mengubah ekspektasi pasar, yang masih melihat peluang dua kali pemangkasan tahun ini—kondisi yang biasanya makin mendukung emas karena emas tidak memberi imbal hasil.(yds)
Sumber: Newsmaker.id