Ekonomi Masih Baik, Tak Perlu Terburu-Buru Pangkas Suku Bunga
Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Jumat (7/3) menyarankan bank sentral akan terus bersikap sabar dalam menentukan suku bunga karena ekonomi tetap dalam kondisi baik meskipun ketidakpastian meningkat.
"Kita tidak perlu terburu-buru dan kita berada dalam posisi yang baik untuk menunggu kejelasan [mengenai kebijakan moneter]," kata ketua Fed Jerome Powell pada hari Jumat dalam pernyataan yang disiapkan untuk Forum Kebijakan Moneter AS di University of Chicago Booth School of Business sebelum diskusi tingkat lanjut
Kurangnya urgensi dari Fed untuk memberikan petunjuk mengenai keputusan kebijakan moneter di waktu mendatang muncul karena banyak yang kekhawatir mengenai dampak tarif terhadap ekonomi, yang telah didorong oleh konsumen yang kuat.
Ketua Fed mengatakan bahwa meskipun indikator baru-baru ini "menunjukkan kemungkinan terjadi moderasi dalam belanja konsumen," ekonomi tetap dalam kondisi baik dan " The Fed tidak perlu melakukan apa pun saat ini."
"Survei rumah tangga dan bisnis baru-baru ini menunjukkan meningkatnya ketidakpastian akan prospek ekonomi," tambahnya, tetapi "masih harus dilihat bagaimana perkembangan ini dapat memengaruhi Tingkat belanja dan investasi di masa mendatang."
Sementara itu, pasar tenaga kerja tetap "solid dan seimbang secara umum," kata Powell, mengutip sejumlah indikator termasuk laporan pekerjaan bulanan yang dirilis hari Jumat ini.
Jalan menuju inflasi 2% telah berliku-liku dan kami perkirakan hal itu akan terus berlanjut.
Mengenai tarif pemerintahan Trump, yang telah menimbulkan ketidakpastian ekonomi, Powell mengakui bahwa meskipun ada perkembangan terbaru pada kebijakan perdagangan, tetapi ia mengatakan "ketidakpastian seputar perubahan dan kemungkinan dampaknya tetap tinggi,"
"Saat kami mengurai informasi yang masuk, kami fokus untuk memisahkan sinyal dari gangguan seiring dengan perkembangan prospek. Kami tidak perlu terburu-buru, dan berada dalam posisi yang baik untuk menunggu kejelasan yang lebih baik," tambahnya.(yds)
Sumber: Investing.com