• Tue, Jul 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

14 July 2026 07:39  |

The Fed Mulai Pasang Kuda-Kuda, Simak Penjelasannya!

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin menguat menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat dan kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres. Para pelaku obligasi pasar mulai meramalkan bahwa kenaikan suku bunga bisa saja terjadi lebih cepat, bahkan pada pertemuan Juli.

Perubahan ekspektasi terlihat dari pasar opsi suku bunga. Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan ini naik tajam menjadi sekitar 50%, dari sebelumnya kurang dari 10%. Imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun juga bertahan di atas 4,25%, mencerminkan pasar yang semakin yakin bahwa The Fed masih bisa mengambil langkah hawkish.

Desakan semakin besar setelah Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan bahwa kenaikan suku bunga dalam waktu dekat perlu dipertimbangkan jika data inflasi inti kembali panas. Pernyataan ini cukup penting karena Waller sebelumnya dikenal sebagai salah satu pejabat The Fed yang lebih dovish, sehingga perubahan nada ini membuat pasar semakin waspada.

Fokus utama pasar kini muncul pada data CPI AS bulan Juni. Inflasi utama diperkirakan turun menjadi 3,8% secara tahunan dari 4,2% pada bulan Mei. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan naik 0,2% setiap bulan dan melambat menjadi 2,8% setiap tahun. Meski proyeksi menunjukkan inflasi mulai mereda, investor masih khawatir tekanan harga belum cukup cepat turun menuju target The Fed di 2%.

Kekhawatiran pasar juga diperparah oleh streaming harga minyak akibat konflik AS-Iran dan rencana blokade terhadap kapal yang terkait dengan Iran. Jika harga energi terus naik, inflasi bisa kembali menguat dan membuat The Fed sulit melonggarkan kebijakannya. Pada saat yang sama, Kevin Warsh dikenal tidak suka memberi Arahan terlalu jelas soal langkah kebijakan berikutnya, sehingga pasar semakin sulit membaca arahan The Fed.

Dampaknya terhadap pasar, dolar AS dan imbal hasil obligasi berpotensi tetap kuat selama peluang kenaikan suku bunga masih tinggi. Kondisi ini bisa menekan emas, saham teknologi, dan aset berisiko seperti crypto. Namun, jika data CPI lebih rendah dari perkiraan dan Warsh tidak terdengar terlalu hawkish, tekanan pasar bisa sedikit mereda meski peluang kenaikan suku bunga Juli belum sepenuhnya hilang.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL

BoJ Buka Sinyal Kenaikan Bunga

Bank of Japan atau BoJ kembali memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih berlanjut. Dalam Summary of Opinions dari rapat...

24 June 2026 07:25
FISCAL

Bessent Sentil BOJ: Tertinggal Hadapi Inflasi

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Bank of Japan tertinggal dalam menangani inflasi, dalam sebuah komentar langka y...

14 August 2025 08:26
FISCAL

BOJ Diperkirakan Naikkan Suku Bunga Karena Inflasi Terdorong...

Anggota Dewan Bank of Japan (BOJ), Junko Koeda pada hari Kamis (21/5), menyatakan bank sentral kemungkinan akan menaikkan suk...

21 May 2026 16:26
FISCAL

Pejabat BOJ Beri Sinyal Jeda dalam Kenaikan Suku Bunga untuk...

Gubernur Kazuo Ueda dan seorang kolega memberi sinyal bahwa Bank Jepang akan berhenti sejenak dalam mempertimbangkan kenaikan...

17 April 2025 15:20
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai