Hassett: Kesepakatan Iran Buka Ruang Pemotongan Suku Bunga?
Kevin Hassett, penasihat ekonomi utama Presiden Donald Trump di Gedung Putih, menyatakan keyakinannya bahwa penurunan harga minyak pada akhirnya dapat memberi ruang bagi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga. Ia mengarah pada kebijakan moneter dengan dinamika energi, khususnya jika tercapai kesepakatan dengan Iran.
Dalam wawancara di Fox News pada program Sunday Morning Futures, Hassett mengatakan Gedung Putih mengisyaratkan harga energi akan turun begitu ada kesepakatan. Pernyataan itu sejalan dengan unggahan Trump di media sosial yang menyebut negosiasi dengan Teheran berjalan “tertib dan konstruktif”.
Hassett menilai penurunan harga energi akan membuat tekanan inflasi mereda, sehingga Fed memiliki “lebih banyak ruang” untuk mengambil kebijakan suku bunga yang lebih rendah. Ia juga menekankan penghormatan terhadap independensi bank sentral, sambil memuji Kevin Warsh yang dilantik sebagai Ketua The Fed pada hari Jumat, dengan Trump mengatakan ia ingin Warsh “sepenuhnya independen”.
Komentar Hassett muncul ketika menyiarkan harga bahan bakar di AS yang termasuk terkait penutupan Selat Hormuz oleh Iran dinilai menjadi risiko politik yang meningkat bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu pada bulan November. Menurut Hassett, percepatan inflasi saat ini “sebagian besar” didorong oleh energi, sementara tekanan pada komponen inti lebih terbatas dalam beberapa rilis data terakhir.
Ia menyebut bahwa jika harga energi turun kembali, inflasi bahkan bisa kembali menjadi negatif karena kontribusi energi yang melemah. Dalam konteks ini, indeks harga konsumen (CPI) AS naik 3,8% pada bulan April, laju tercepat dalam hampir tiga tahun, sementara CPI inti (di luar pangan dan energi) tercatat 2,8%, yang merupakan kenaikan terbesar sejak September. (asd)*
Sumber : Newsmaker.id