• Tue, Aug 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 August 2026 11:38  |

RBA Tahan Suku Bunga 4,35%, Pasar Kini Memburu Sinyal Berikutnya

Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan cash rate target di level 4,35% pada pertemuan kebijakan Agustus, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan tersebut memperpanjang jeda kebijakan setelah bank sentral sebelumnya menaikkan suku bunga tiga kali berturut-turut dengan total 75 basis poin pada awal tahun. Sebelum keputusan Agustus, RBA juga mempertahankan bunga di 4,35% pada pertemuan Juni.

Keputusan mempertahankan bunga muncul setelah tekanan inflasi Australia menunjukkan tanda-tanda mereda, meskipun masih berada di atas sasaran RBA sebesar 2%–3%. Inflasi inti yang lebih rendah dari perkiraan mengurangi urgensi bagi bank sentral untuk kembali menaikkan bunga dalam waktu dekat, sementara perlambatan pasar tenaga kerja dan sektor perumahan memberikan alasan tambahan bagi RBA untuk menunggu dampak dari pengetatan sebelumnya.

Karena keputusan mempertahankan bunga telah diperkirakan luas, perhatian investor kini beralih ke proyeksi ekonomi terbaru dan konferensi pers Gubernur RBA Michele Bullock. Pasar akan mencari petunjuk apakah bank sentral masih mempertahankan opsi kenaikan bunga apabila inflasi kembali menguat, atau mulai melihat level 4,35% sebagai puncak dari siklus pengetatan saat ini. Sebelum pertemuan, mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan bunga akan bertahan di level tersebut hingga akhir tahun.

Dengan inflasi mulai melunak tetapi masih berada di atas target, RBA menghadapi keseimbangan yang semakin rumit antara mengendalikan harga dan menghindari tekanan berlebihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu, keputusan hari ini kemungkinan bukan menjadi pemicu utama pergerakan pasar. Nada pernyataan Bullock mengenai inflasi dan kemungkinan perubahan suku bunga berikutnya justru akan menjadi faktor yang lebih menentukan arah dolar Australia.

Dampak Market:

Bagi AUD, keputusan mempertahankan bunga di 4,35% sendiri cenderung netral karena telah diperhitungkan pasar. Fokus utama sekarang adalah apakah RBA terdengar hawkish atau dovish.

Jika Bullock menegaskan bahwa kenaikan bunga masih mungkin dilakukan apabila inflasi kembali meningkat, yield Australia dapat terdorong naik dan AUD berpotensi menguat. Sebaliknya, jika RBA lebih menekankan pelemahan inflasi, ekonomi dan tenaga kerja serta mengurangi ancaman kenaikan bunga berikutnya, AUD berpotensi tertekan.(gn)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai