RBA Tahan Suku Bunga 4,35%, Pasar Kini Memburu Sinyal Berikutnya
Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan cash rate target di level 4,35% pada pertemuan kebijakan Agustus, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan tersebut memperpanjang jeda kebijakan setelah bank sentral sebelumnya menaikkan suku bunga tiga kali berturut-turut dengan total 75 basis poin pada awal tahun. Sebelum keputusan Agustus, RBA juga mempertahankan bunga di 4,35% pada pertemuan Juni.
Keputusan mempertahankan bunga muncul setelah tekanan inflasi Australia menunjukkan tanda-tanda mereda, meskipun masih berada di atas sasaran RBA sebesar 2%–3%. Inflasi inti yang lebih rendah dari perkiraan mengurangi urgensi bagi bank sentral untuk kembali menaikkan bunga dalam waktu dekat, sementara perlambatan pasar tenaga kerja dan sektor perumahan memberikan alasan tambahan bagi RBA untuk menunggu dampak dari pengetatan sebelumnya.
Karena keputusan mempertahankan bunga telah diperkirakan luas, perhatian investor kini beralih ke proyeksi ekonomi terbaru dan konferensi pers Gubernur RBA Michele Bullock. Pasar akan mencari petunjuk apakah bank sentral masih mempertahankan opsi kenaikan bunga apabila inflasi kembali menguat, atau mulai melihat level 4,35% sebagai puncak dari siklus pengetatan saat ini. Sebelum pertemuan, mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan bunga akan bertahan di level tersebut hingga akhir tahun.
Dengan inflasi mulai melunak tetapi masih berada di atas target, RBA menghadapi keseimbangan yang semakin rumit antara mengendalikan harga dan menghindari tekanan berlebihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu, keputusan hari ini kemungkinan bukan menjadi pemicu utama pergerakan pasar. Nada pernyataan Bullock mengenai inflasi dan kemungkinan perubahan suku bunga berikutnya justru akan menjadi faktor yang lebih menentukan arah dolar Australia.
Dampak Market:
Bagi AUD, keputusan mempertahankan bunga di 4,35% sendiri cenderung netral karena telah diperhitungkan pasar. Fokus utama sekarang adalah apakah RBA terdengar hawkish atau dovish.
Jika Bullock menegaskan bahwa kenaikan bunga masih mungkin dilakukan apabila inflasi kembali meningkat, yield Australia dapat terdorong naik dan AUD berpotensi menguat. Sebaliknya, jika RBA lebih menekankan pelemahan inflasi, ekonomi dan tenaga kerja serta mengurangi ancaman kenaikan bunga berikutnya, AUD berpotensi tertekan.(gn)*
Sumber: Newsmaker.id