• Sat, Jan 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

2 June 2025 10:56  |

China 'dengan tegas menolak' tuduhan Trump atas pelanggaran perjanjian dagang

Kementerian Perdagangan China pada hari Senin menolak tuduhan dari Presiden AS Donald Trump bahwa negara itu telah melanggar perjanjian dagang baru-baru ini yang ditandatangani di Jenewa, Swiss.

China mengklaim telah "menanggapi dengan serius, menerapkan dengan ketat, dan secara aktif menegakkan konsensus yang dicapai dalam pembicaraan dengan AS di Jenewa," kata Kementerian Perdagangan dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu mengatakan Washington telah "membuat tuduhan palsu dan secara tidak masuk akal menuduh China melanggar konsensus, yang sangat bertentangan dengan fakta".

"China dengan tegas menolak tuduhan yang tidak masuk akal ini," kata pernyataan kementerian perdagangan.

Trump akhir minggu lalu mengecam China karena diduga melanggar beberapa aspek perjanjian Jenewa, meskipun ia tidak menyebutkan pelanggaran apa saja yang dimaksud.

Meskipun kesepakatan Jenewa memang melihat Beijing dan Washington memangkas tarif perdagangan satu sama lain, retorika mereka sebagian besar masih kasar.

Tiongkok telah berulang kali mengkritik penerapan kontrol yang lebih ketat oleh Washington baru-baru ini terhadap industri pembuatan chipnya, dengan alasan bahwa kontrol tersebut mengancam akan merusak perjanjian Jenewa.

Pemerintahan Trump minggu lalu mengakui bahwa pembicaraan dengan Tiongkok telah terhenti, dan bahwa dialog langsung antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Trump mungkin diperlukan untuk melanjutkan dialog.

Washington dan Beijing terlibat dalam pertukaran tarif yang sengit tahun ini, setelah Trump memberlakukan tarif yang tinggi terhadap negara tersebut, yang memicu bea balasan dari Tiongkok.

Meskipun kesepakatan Jenewa memang melihat tarif diturunkan tajam, tarif tersebut masih tetap berada pada level tertinggi dalam sejarah. Serangkaian data ekonomi baru-baru ini juga menunjukkan dampak tarif terhadap ekonomi Tiongkok.(ayu)

Sumber: Investing.com

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai