ADP AS Turun ke 44K, Sinyal Pasar Tenaga Kerja Mulai Mendingin
Perusahaan swasta Amerika Serikat menambah 44.000 pekerjaan pada Juli 2026, menjadi kenaikan terkecil sejak awal tahun. Angka ini lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 70.000 dan turun dari data Juni yang direvisi menjadi 95.000 pekerjaan.
Data ADP ini menunjukkan bahwa momentum pemanasan tenaga kerja mulai mendingin setelah sebelumnya sempat mencatat kenaikan yang solid. Sektor jasa masih menambah 47.000 pekerjaan, terutama dari pendidikan dan layanan kesehatan, aktivitas keuangan, profesional dan bisnis, serta informasi.
Namun, beberapa sektor mencatat pelemahan. Perdagangan, transportasi, dan utilitas kehilangan 8.000 pekerjaan, sementara sektor rekreasi dan perhotelan turun 11.000. Sektor penghasil barang juga menyusut 3.000 pekerjaan, terutama karena penurunan di sektor sumber daya alam dan pertambangan.
Meski melambat, pertumbuhan upah masih menunjukkan tekanan. Pekerja yang tetap di posisi lama mencatat kenaikan gaji tahunan 4,4%, sementara pekerja yang pindah pekerjaan mendapat kenaikan 7%, tertinggi sejak Agustus 2025. Kondisi ini menandakan masih adanya keterbatasan pasokan tenaga kerja di beberapa bagian pasar kerja.
Dari sisi dampak pasar, data ADP yang lebih lemah dapat menekan ekspektasi pasar terhadap kekuatan tenaga kerja AS menjelang laporan Nonfarm Payrolls pada hari Jumat. Namun, pertumbuhan upah yang masih tinggi bisa membuat The Fed tetap berhati-hati karena risiko risiko inflasi belum sepenuhnya diturunkan. Jika NFP juga lemah, dolar AS berpotensi tertekan dan emas bisa mendapat dukungan; tetapi jika upah tetap panas, ekspektasi kebijakan hawkish The Fed masih bisa bertahan. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id