PPI AS Turun Tak Terduga, Tekanan Inflasi Produsen Mulai Mereda
Harga produsen Amerika Serikat turun tak terduga pada Juni 2026. Indeks Harga Produsen atau PPI melemah 0,3% secara bulanan, setelah pada Mei naik 0,6% berdasarkan revisi turun, dan lebih rendah dari perkiraan pasar yang mengisyaratkan tidak ada perubahan.
Penurunan ini menjadi yang pertama sejak Agustus 2025 dan merupakan penurunan terbesar sejak April tahun lalu. Tekanan utama datang dari harga barang yang turun 1,4%, menjadi pelemahan terbesar sejak Juli 2022.
Harga bensin menjadi faktor utama pelemahan tersebut setelah anjlok 12%. Penurunan ini menunjukkan bahwa tekanan harga dari sisi energi mulai mereda, meskipun pasar sebelumnya sempat khawatir terhadap dampak konflik Timur Tengah pada pasokan energi global.
Sementara itu, PPI inti atau produsen harga inti yang tidak mencakup makanan dan kenaikan energi 0,2% secara bulanan pada bulan Juni. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 0,4%, tetapi lebih tinggi dari kenaikan bulan sebelumnya yang direvisi turun menjadi 0,1%.
Data ini menunjukkan bahwa pasokan energi akibat kekurangan pasokan dari Timur Tengah belum sepenuhnya menular ke harga grosir inti seperti yang membebani pasar. Harga barang permintaan akhir di luar makanan dan energi naik 0,2%, menjadi kenaikan terkecil sejak November 2025, sementara harga permintaan jasa akhir rebound 0,2% setelah turun 0,1% pada bulan Mei.
Dari sisi dampak pasar, data PPI yang lebih rendah dari perkiraan dapat meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi ini berpotensi menekan dolar AS dan imbal hasil Treasury, sekaligus memberi ruang positif bagi emas dan aset berisiko. Namun, pasar tetap perlu mencermati harga minyak dan konflik Timur Tengah karena energi baru masih bisa menghidupkan kembali risiko inflasi. (asd)
Sumber: Newsmaker.id