• Thu, Apr 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 April 2026 01:40  |

Trump Ancang-Ancang Pecat Powell Jika Tak Mundur Saat Masa Jabatan Berakhir

Presiden AS Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Rabu (15/4), dengan menyatakan akan memecat Powell bila ia tetap bertahan melewati akhir masa jabatannya sebagai ketua bank sentral. Ancaman itu muncul saat proses suksesi di The Fed belum tuntas dan penyelidikan Departemen Kehakiman AS terkait proyek renovasi kantor pusat The Fed terus menjadi sumber friksi politik.

Masa jabatan Powell sebagai Fed chair dijadwalkan berakhir pada 15 Mei 2026. Namun, ia masih dapat tetap berada di Dewan Gubernur Federal Reserve hingga 2028 berdasarkan masa jabatan terpisahnya sebagai governor, dan dalam praktiknya dapat tetap menjalankan peran ketua sementara jika pengganti belum dikonfirmasi. Powell sebelumnya menyatakan tidak akan meninggalkan kursi gubernur sebelum penyelidikan yang melibatkannya “benar-benar selesai” secara transparan dan final.

Dalam wawancara dengan Fox Business, Trump mengatakan ia “harus memecatnya” jika Powell “tidak pergi tepat waktu,” serta menambahkan bahwa ia sudah lama ingin memecat Powell. Ketegangan ini menjadi babak terbaru dari kritik Trump terhadap Powell sepanjang setahun terakhir, terutama terkait kebijakan suku bunga yang dinilai tidak cukup agresif dalam menurunkan biaya pinjaman.

Pemerintahan Trump juga memperluas tekanan terhadap The Fed lewat jalur hukum dan institusional. Sorotan utama mengarah pada penyelidikan terkait dugaan pembengkakan biaya renovasi di kompleks kantor pusat The Fed di Washington. Dalam perkembangan terpisah, jaksa federal sempat mencoba melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek, tetapi tidak diberi akses dan diarahkan ke penasihat hukum The Fed, memperkuat persepsi pasar bahwa isu ini telah menjadi bagian dari tarik-menarik dengan bank sentral independen.

Trump telah menominasikan Kevin Warsh, mantan pejabat bank sentral, sebagai kandidat pengganti Powell. Warsh dijadwalkan menjalani dengar pendapat konfirmasi di Komite Perbankan Senat pada 21 April 2026. Namun, prosesnya menghadapi hambatan politik: Senator Thom Tillis menyatakan akan menahan dukungan selama penyelidikan terhadap Powell belum diselesaikan, karena dinilai berpotensi menjadi tekanan politik terhadap independensi bank sentral.

Dari sisi pemerintah, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan Partai Republik di komite tersebut “selaras” menilai Warsh kandidat yang kuat dan menyatakan optimisme penggantian kepemimpinan dapat berjalan tepat waktu. Sementara itu, penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menyebut kebuntuan ini pada akhirnya akan menemukan jalan keluar.

Bagi pasar, isu ini beresonansi lewat dua jalur utama: pertama, ketidakpastian institusional yang menyentuh kredibilitas dan independensi bank sentral; kedua, potensi perubahan arah kebijakan moneter bila transisi kepemimpinan terganggu atau dipersepsikan sarat tekanan politik. Fokus pelaku pasar ke depan akan tertuju pada hasil dengar pendapat Warsh pada 21 April, status penyelidikan yang membelit Powell, serta sinyal apakah transisi kepemimpinan dapat berlangsung mulus sebelum 15 Mei 2026.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai