Shutdown Parsial AS Berlanjut, Data Tenaga Kerja Ditunda: Pasar Waspadai “Data Blackout”
Per Selasa pagi, 3 Februari 2026 (WIB), Amerika Serikat masih berada dalam shutdown parsial setelah U.S. Congress gagal meloloskan pendanaan tepat waktu. Paket pendanaan sementara sudah lolos di U.S. Senate, dan fokus hari ini bergeser ke U.S. House of Representatives yang sedang memproses aturan debat dan pemungutan suara diperkirakan berlangsung Selasa waktu AS (malam WIB hingga Rabu dini hari WIB).
Gedung Putih mendorong agar paket tersebut disahkan tanpa perubahan supaya layanan pemerintah bisa segera berjalan normal. Donald Trump menyatakan para legislator “mendekati” kesepakatan untuk mengakhiri shutdown.
BLS tunda Jobs Report & JOLTS: ini yang paling langsung terasa
Dampak paling cepat ke pasar datang dari Bureau of Labor Statistics. BLS mengumumkan rilis Employment Situation (Jobs Report) Januari yang semula dijadwalkan Jumat akan ditunda, bersama data JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey) untuk Desember yang semestinya keluar Selasa.
BLS juga menegaskan bahwa selama pendanaan belum pulih, pengumpulan data, pemrosesan, dan publikasi ikut terdampak—artinya jadwal rilis akan diubah setelah pemerintah kembali didanai.
Data AS apa saja yang berpotensi batal/tertunda?
Yang sudah dipastikan tertunda (confirmed):
Jobs Report (Employment Situation) Januari — ditunda.
JOLTS Desember — ditunda.
Yang berisiko tertunda jika shutdown berlanjut (conditional):
Rilis-rilis BLS lain (misalnya beberapa laporan ketenagakerjaan regional/metro, revisi tahunan, dan laporan terkait pasar kerja).
Inflasi versi BLS (CPI/PPI) dan turunan penting—Reuters menyorot bahwa shutdown panjang sebelumnya sempat mengganggu publikasi komponen data penting (termasuk CPI dan data pengangguran), sehingga risiko keterlambatan meningkat bila shutdown kali ini tidak cepat selesai.
PPI khususnya punya rekam jejak terdampak saat “lapse in appropriations” (contoh sebelumnya: rilis tertentu tidak diproduksi dan digabung ke rilis bulan berikutnya).
Catatan: “batal” di praktiknya lebih sering berarti ditunda atau digabung ke jadwal rilis berikutnya—BLS akan mengumumkan tanggal baru setelah pendanaan pulih.
Data yang relatif tetap jalan
Reuters menyebut U.S. Department of Commerce masih didanai, sehingga lembaga statistik di bawahnya seperti Bureau of Economic Analysis dan U.S. Census Bureau diperkirakan tetap melanjutkan rilis data (setidaknya dari sisi pendanaan).
Kenapa pasar peduli?
Tanpa Jobs Report dan JOLTS, pasar kehilangan “kompas” utama untuk membaca tenaga kerja AS. Saat “data blackout” terjadi, pelaku pasar biasanya lebih bergantung ke indikator non-pemerintah (misalnya survei sektor swasta) sambil menunggu jadwal resmi BLS diperbarui.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id