• Mon, Jan 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

12 September 2025 10:22  |

Timur Tengah Masih Panas kemana Arah Komoditas Pasca Serangan ?

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan udara di distrik Leqtaifiya, ibu kota Doha, Qatar, pada Selasa (9/9). Serangan itu menargetkan pimpinan politik Hamas yang sedang mengadakan pertemuan terkait proposal gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat. Sedikitnya lima orang tewas, termasuk anak dari salah satu pemimpin Hamas serta seorang petugas keamanan Qatar. Namun, laporan menyebut sebagian besar pimpinan senior Hamas selamat dari serangan tersebut.

Qatar mengecam keras serangan itu dan menyebutnya sebagai bentuk “teror negara” yang merusak upaya mediasi serta melemahkan harapan untuk tercapainya kesepakatan gencatan senjata maupun pembebasan sandera. Dewan Keamanan PBB, dengan dukungan Amerika Serikat, juga mengutuk aksi Israel karena dianggap melanggar kedaulatan Qatar. Kecaman turut datang dari negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi. UEA bahkan meluncurkan tur diplomatik untuk memperkuat koordinasi keamanan pascaserangan.

Israel membela tindakannya dengan alasan kebutuhan keamanan nasional untuk menargetkan tokoh Hamas yang dianggap terlibat dalam serangan terhadap warga sipil maupun militernya. Sementara Hamas menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan menghentikan perjuangan mereka.

Insiden ini dikhawatirkan memperburuk proses diplomasi yang selama ini banyak bergantung pada Qatar sebagai mediator netral antara Israel, Hamas, dan komunitas internasional. Selain itu, serangan ini juga berpotensi memperumit perundingan gencatan senjata serta pembebasan sandera yang sudah rapuh sejak awal.

Konflik ini memberi dampak langsung ke pasar keuangan: dolar AS cenderung menguat karena perannya sebagai aset safe haven, sementara harga emas dan perak terdorong naik seiring meningkatnya permintaan lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik. Minyak mentah juga berpotensi menguat karena investor mengantisipasi risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk, salah satu pusat produksi terbesar dunia.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai