Donald Trump Kembali Dilantik Sebagai Presiden AS
Donald Trump dari Partai Republik kembali dilantik lagi pada Senin (20/1) sebagai presiden AS ke-47, dia menyerukan "revolusi akal sehat" dan berjanji untuk segera memerintahkan perubahan kebijakan yang menyeluruh, termasuk deportasi jutaan migran tidak berdokumen yang tinggal di Amerika Serikat kembali ke negara asal mereka.
"Zaman keemasan Amerika dimulai sekarang," Trump menyatakan dalam pidato pelantikannya selama setengah jam. "Sejak saat ini, kemunduran Amerika telah berakhir. Kami akan membawanya ke puncak kemenangan dan kesuksesan yang baru. Tidak ada mimpi yang tidak dapat kami capai. Kami tidak akan patah semangat. Kami tidak akan gagal.
"Saya kembali ke kursi kepresidenan dengan percaya diri dan optimis bahwa kita berada di awal era baru kesuksesan nasional yang mendebarkan. Gelombang perubahan sedang melanda negara ini," kata Trump kepada sekitar 600 orang di Rotunda Capitol AS dan jutaan orang yang menonton di TV di seluruh negeri. “Pesan saya kepada warga Amerika hari ini adalah saatnya bagi kita untuk sekali lagi bertindak dengan keberanian, semangat, dan vitalitas peradaban terbesar dalam sejarah,” katanya.
Trump, 78 tahun, adalah presiden ke-45 negara itu, dan hanya yang kedua setelah Grover Cleveland pada tahun 1890-an yang menjabat untuk masa jabatan kedua yang tidak berturut-turut. Dengan pelantikan Trump, Presiden Joe Biden meninggalkan jabatannya setelah satu masa jabatan empat tahun di Gedung Putih.
Dalam pidatonya, Trump berjanji untuk segera melaksanakan serangkaian janji kampanye 2024, dengan mengutip fakta bahwa ia menyapu bersih semua tujuh negara bagian medan pertempuran politik dalam mengalahkan penantang Demokratnya, mantan Wakil Presiden Kamala Harris. Trump mengatakan dia akan "mendeklarasikan keadaan darurat nasional," menutup perbatasan barat daya AS dengan Meksiko untuk membendung arus ribuan migran yang berusaha memasuki AS, dengan banyak dari mereka yang ingin melarikan diri dari kemiskinan, kejahatan, dan pengangguran di negara-negara Amerika Tengah dan tempat lainnya.
Trump mengatakan dia akan memberlakukan kebijakan "tinggal di Meksiko" bagi para migran yang mencari suaka di AS dan mengakhiri kebijakan menangkap migran lain di perbatasan AS dan kemudian melepaskan mereka untuk tinggal di Amerika Serikat sementara mereka menunggu keputusan atas permintaan suaka mereka, sebuah proses yang dapat memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.(yds)
Sumber: VOA News