Iran Ultimatum AS di Hormuz
Komando militer gabungan tertinggi Iran mengeluarkan peringatan keras terkait Selat Hormuz pada Senin (13/7). Iran menegaskan tidak akan membiarkan Amerika Serikat ikut campur dalam pengelolaan jalur pelayaran strategis tersebut.
Iran menyatakan setiap upaya Amerika Serikat untuk melintas di Selat Hormuz tanpa izin dari Teheran akan dihadapi dengan tegas. Pernyataan ini memperkuat ketegangan baru antara kedua negara, setelah sebelumnya AS dan Iran saling berbeda klaim mengenai status jalur pelayaran tersebut.
Teheran juga memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak bekerja sama dengan Washington. Menurut Iran, setiap bentuk dukungan kepada Amerika Serikat akan dianggap sebagai tindakan perang terhadap Iran.
Iran menambahkan bahwa jika konflik semakin meluas, dampaknya tidak hanya akan terbatas pada AS dan Iran, tetapi bisa menjangkau seluruh negara di kawasan. Teheran menilai tanggung jawab atas perluasan perang akan berada di pihak Amerika Serikat dan sekutunya.
Dampaknya ke market, pernyataan ini berpotensi membuat harga minyak tetap panas karena Selat Hormuz merupakan jalur penting perdagangan energi dunia. Dolar AS bisa mendapat dukungan dari permintaan safe haven, sementara emas dan aset berisiko berpotensi bergerak volatil mengikuti perkembangan geopolitik. (arl)
Sumber : Newsmaker.id