Negosiasi Mandek, Trump Keras ke Iran
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bahwa “waktunya melemah” ketika pembicaraan untuk mengakhiri perang dilaporkan mandek, menurut laporan CNBC pada Minggu.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengatakan Iran harus “bergerak cepat” dan menekankan situasi mendesak, meskipun ia tidak menjelaskan konsekuensi spesifik maupun langkah apa yang ia harapkan dari Teheran.
Pernyataan itu muncul saat Trump dijadwalkan berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari yang sama, di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap arah kebijakan dan stabilitas geopolitik kawasan.
Di sisi lain, media Iran melaporkan tanggapan AS terhadap proposal terbaru Teheran dinilai tidak memuat konsesi nyata, sehingga memperbesar kemungkinan kebuntuan negosiasi berlanjut.
Kantor berita semi-resmi Fars menyebut AS mengajukan lima syarat utama untuk perjanjian damai, termasuk transfer uranium terkait program nuklir Iran ke AS, tidak adanya reparasi AS kepada Teheran, serta pencairan kurang dari seperempat aset Iran yang dibekukan.
Bagi pasar, eskalasi retorika dan kebuntuan negosiasi cenderung menjaga risiko premium geopolitik: emas berpotensi tetap ditopang sebagai aset lindung nilai, minyak berisiko bertahan tinggi jika gangguan pasokan tetap berinvestasi, sementara dolar AS cenderung stabil hingga menguat ketika volatilitas naik dan ekspektasi suku bunga ikut terdorong oleh risiko inflasi dari energi.(asd)
Sumber : Newsmaker.id