• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

29 December 2025 12:44  |

Manipulasi Laporan Keuangan Dapat Mengejutkan Pasar

Memasuki minggu terakhir tahun 2025, pasar keuangan cenderung tenang karena liburan, tetapi justru itulah yang dapat menyebabkan pergerakan harga yang tiba-tiba dan "tajam". Investor mulai membicarakan peluang manipulasi laporan keuangan—momen ketika beberapa pemain utama merapikan portofolio mereka menjelang penutupan buku, sehingga arah pasar terlihat lebih "indah" di akhir tahun.

Di pasar saham, sentimen tetap kuat. Banyak indeks tetap berada di dekat level rekor, dan ini sering berfungsi sebagai "panggung" untuk manipulasi laporan keuangan karena transaksi saham lebih mudah meningkatkan kinerja portofolio. Reuters melaporkan bahwa reli saham global dan selera terhadap aset yang lebih berisiko tetap kuat di tengah ekspektasi bahwa suku bunga AS dapat turun lagi pada tahun 2026.

Untuk emas, efek akhir tahun biasanya terlihat dalam aksi ambil untung setelah peristiwa pemecahan rekor. Pada hari Senin, 29 Desember 2025, harga emas spot turun 0,4% menjadi $4.512,30/ounce setelah mencapai rekor $4.549,71 pada hari Jumat. Meskipun demikian, harga emas telah naik 72% sepanjang tahun 2025, sehingga koreksi kecil masih dianggap sebagai jeda setelah reli yang panjang.

Perak paling rentan terhadap fluktuasi tajam. Harga perak sempat menembus $80/ounce dan bahkan mencapai rekor tertinggi intraday sebelum jatuh lebih dari 2% pada sesi yang sama. Reuters mencatat bahwa perak sempat mencapai $83,62 dan kemudian menetap di sekitar $79,68/ounce. Lonjakan ekstrem ini telah membuat para analis menyebut pasar perak sebagai "gelembung generasi," yang didorong oleh permintaan industri dan persediaan yang menipis.

Sementara itu, harga minyak lebih dipengaruhi oleh faktor geopolitik daripada sekadar pencitraan. Harga tetap sensitif terhadap berita utama tentang Timur Tengah, ketegangan Rusia-Ukraina, dan AS-Venezuela, yang berpotensi mengganggu arus pasokan. Pada awal pekan, Brent diperdagangkan sekitar $61 dan WTI sekitar $57, dengan risiko geopolitik bertindak sebagai pendorong jangka pendek.

Jadi, seberapa signifikan dampaknya? Dalam perdagangan akhir tahun yang tipis, emas cenderung mengalami koreksi kecil dan kemudian stabil, perak berpotensi berfluktuasi, dan minyak bergerak sesuai dengan berita pasokan/geopolitik. Pasar sekarang menunggu petunjuk baru dari risalah FOMC dan data ekonomi selanjutnya, karena arah suku bunga pada tahun 2026 tetap menjadi kompas utama untuk emas dan perak, sementara minyak tetap paling responsif terhadap perkembangan konflik dan sanksi. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai