Venezuela Ubah Aturan, Harga Emas Tembus Rekor – Apa Kaitannya?
Pada hari Selasa (23/12), Parlemen Venezuela menyetujui undang-undang baru yang mengkriminalisasi berbagai aktivitas yang dapat mengganggu navigasi dan perdagangan di negara tersebut. Salah satu hal utama yang diatur dalam undang-undang ini adalah kriminalisasi tindakan penyitaan kapal tanker minyak, yang merupakan respon langsung terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Amerika Serikat baru-baru ini yang menyita pengiriman minyak Venezuela. Tindakan AS ini berfokus pada pemblokiran kapal-kapal yang terhubung dengan sektor minyak Venezuela, yang menyebabkan kerugian besar bagi negara penghasil minyak tersebut.
Langkah ini juga mencakup "kejahatan internasional lainnya", yang dianggap dapat merusak stabilitas perdagangan internasional dan navigasi di perairan Venezuela. Pemerintah Venezuela menilai langkah AS ini sebagai sebuah upaya untuk menghambat kedaulatan ekonomi mereka, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya alam yang menjadi tulang punggung perekonomian negara tersebut. Dengan adanya undang-undang ini, Venezuela berharap dapat lebih melindungi industri minyak mereka dari campur tangan eksternal.
Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap tekanan internasional, terutama yang datang dari Amerika Serikat yang telah memblokir beberapa pengiriman minyak dari Venezuela sebagai bagian dari kebijakan sanksi ekonomi. Venezuela yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan ekspor minyak mereka. Tindakan AS yang menghambat perdagangan ini semakin memperburuk kondisi ekonomi Venezuela yang sudah sangat tertekan.
Dengan disahkannya undang-undang ini, Venezuela berharap dapat menanggapi ancaman yang ditimbulkan oleh sanksi internasional dan menjaga kelangsungan industri energi mereka. Para pejabat Venezuela menyatakan bahwa negara mereka berhak untuk melindungi kepentingan ekonomi mereka dari intervensi eksternal, terutama yang berhubungan dengan sektor minyak yang sangat vital. Di sisi lain, pemerintah AS menilai kebijakan ini sebagai bagian dari upaya untuk menekan pemerintah Nicolás Maduro dan mempengaruhi politik domestik Venezuela.
Selain itu, ketegangan yang terus berkembang antara Venezuela dan Amerika Serikat ini berdampak pada perdagangan energi global. Pasokan minyak Venezuela yang terus terhambat oleh sanksi dan gangguan perdagangan membuat pasar minyak global semakin rentan terhadap ketidakpastian. Hal ini juga berdampak pada harga minyak mentah yang terus mengalami fluktuasi tinggi, didorong oleh ketegangan di kawasan tersebut.
Kebijakan Venezuela ini, meskipun berusaha melindungi industri minyak, turut memberikan dampak besar terhadap pasar global, terutama harga emas. Ketegangan geopolitik yang meningkat dan ketidakpastian pasar energi memicu lonjakan harga emas yang pada Rabu (24/12) mencapai rekor tertinggi baru. Harga emas melonjak ke $4.500 per ons untuk pertama kalinya, seiring dengan keamanan yang dicari investor di tengah ketegangan internasional. Kenaikan harga emas ini juga dipengaruhi oleh prediksi pasar bahwa Federal Reserve kemungkinan akan menurunkan suku bunga, yang meningkatkan daya tarik logam mulia. Lonjakan harga emas ini mencerminkan pergeseran minat investor menuju aset yang lebih aman, seperti emas, di tengah ketidakpastian geopolitik yang semakin meningkat.(asd)
Sumber : Newsmaker.id