Trump: Siapa pun yang Tidak Setuju dengan Saya Tidak Akan Menjadi Ketua Fed
Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan pada hari Selasa (23/12) bahwa ia ingin ketua Federal Reserve (Fed) yang baru memiliki pandangan yang sejalan dengannya dalam hal kebijakan suku bunga. Dalam pernyataan tegasnya, Trump mengatakan bahwa ketua Fed yang akan datang harus siap menurunkan suku bunga jika pasar dalam keadaan baik. Ia juga menambahkan, "Siapa pun yang tidak setuju dengan saya tidak akan pernah menjadi Ketua Fed," menegaskan posisi kuatnya terkait pemilihan ketua Fed yang baru.
Pernyataan Trump ini menambah ketegangan politik terkait dengan independensi Federal Reserve, sebuah lembaga yang diharapkan untuk membuat keputusan kebijakan berdasarkan data ekonomi, bukan tekanan politik. Sebelumnya, Trump sering mengkritik Jerome Powell, Ketua Fed saat ini, karena dianggap tidak cukup agresif dalam menurunkan suku bunga, yang dipandangnya sebagai hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dan pasar saham.
Namun, Trump percaya bahwa suku bunga yang lebih rendah akan menguntungkan pasar dan ekonomi secara keseluruhan. Ia menyarankan bahwa dengan penurunan suku bunga, akan lebih banyak uang yang mengalir ke pasar, yang pada gilirannya akan memperkuat kinerja pasar saham dan memfasilitasi investasi. Trump bahkan mengklaim bahwa suku bunga yang lebih rendah akan memberi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
Di sisi lain, kritik terhadap kebijakan Trump terkait suku bunga semakin berkembang, dengan banyak ekonom yang khawatir bahwa penurunan suku bunga terlalu cepat dapat memicu inflasi dan pembengkakan utang. Sebagai contoh, beberapa ekonom memperingatkan bahwa kebijakan suku bunga rendah yang terus-menerus bisa meningkatkan ketergantungan pasar pada stimulus monetar.
Kritik terhadap Trump juga datang dari dalam Federal Reserve sendiri, dengan beberapa anggota Dewan Gubernur yang menekankan pentingnya menjaga kebijakan moneter yang independen dan berbasis data ekonomi, alih-alih mengikuti keinginan politik pihak tertentu. Meski demikian, pengaruh Trump dalam pemilihan ketua Fed yang akan datang bisa sangat signifikan, mengingat masa jabatan Jerome Powell yang akan segera berakhir pada 2026.
Sementara itu, pasar terus mengamati perkembangan terkait kebijakan suku bunga yang diambil oleh Federal Reserve. Sebagian besar trader dan investor berharap bahwa kebijakan yang lebih dovish akan terus berlanjut di bawah ketua baru yang dipilih Trump, yang kemungkinan akan menjaga suku bunga tetap rendah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pasar saham yang terus berkembang.(asd)
Sumber: Newsmaker.id