• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

23 December 2025 08:13  |

Trump Mengancam Maduro: “Jika Dia Bersikap Keras, Itu Akan Menjadi Terakhir Kalinya”

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Presiden Nicolás Maduro untuk tidak menantang kekuasaan AS, menyusul upaya AS untuk memperketat blokade pengiriman minyak Venezuela. Trump mengatakan AS akan mempertahankan minyak yang disita dari kapal tanker super tersebut, tetapi dia tidak mengungkapkan apakah pemerintahannya bermaksud untuk menggulingkan Maduro.

Trump menyatakan, “Dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan, tetapi jika dia bersikap keras, itu akan menjadi terakhir kalinya dia bersikap keras.” Namun, Trump juga mengindikasikan bahwa masa depan Maduro bergantung pada pilihannya sendiri. Pernyataan ini kontras dengan komentar Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, yang mengatakan Maduro harus pergi. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebut kolaborasi Maduro dengan kartel narkoba dan teroris sebagai “tidak dapat ditoleransi.”

Tindakan AS meningkat dengan penyitaan dua kapal tanker dan pengejaran kapal ketiga yang terkait dengan Venezuela. Selama akhir pekan, AS mencegat sebuah kapal tanker yang diduga terkait dengan Venezuela, memperburuk ketegangan diplomatik. Beberapa kapal, meskipun dikenai sanksi, terus mengangkut minyak dari Venezuela, dan AS menargetkan aliran pendapatan minyak yang diandalkan Maduro untuk bertahan hidup.

Pada saat yang sama, Maduro telah menunjukkan sikap yang lebih moderat, menyatakan bahwa Venezuela akan memenuhi kontraknya dengan Chevron meskipun ada "konflik sementara" dengan AS. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ketegangan meningkat, Venezuela masih berusaha untuk mempertahankan hubungan ekonomi internasional.

Dalam upaya memerangi perdagangan narkoba, AS juga telah melancarkan serangan mematikan terhadap kapal-kapal yang terlibat dalam penyelundupan narkoba, dengan lebih dari 90 kematian sejak September 2025. Penjaga Pantai AS mengawasi penyitaan kapal-kapal tersebut, sementara Komando Selatan AS memperkuat kehadiran militernya di sekitar Venezuela.

Meskipun AS mengklaim operasi ini bertujuan untuk menghentikan aliran fentanyl, yang menurut mereka berasal dari Venezuela, banyak ahli percaya bahwa sebagian besar kapal yang disita sebenarnya terlibat dalam penyelundupan kokain. Tindakan ini juga dikatakan bertujuan untuk melemahkan ekonomi Venezuela, yang sangat bergantung pada pendapatan dari ekspor minyak.

Pemerintah AS terus menekan Maduro dengan blokade yang semakin intensif, yang memberikan tekanan pada perekonomian Venezuela. Negara ini saat ini mengekspor sekitar 900.000 barel minyak per hari, 30% di antaranya melibatkan armada kapal yang sulit dilacak. Pendapatan minyak sangat penting bagi perekonomian Venezuela, tetapi dengan menipisnya pasokan dolar, perekonomian berada di ambang kehancuran. (asd)

Sumber: Bloomberg.com

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai