Data Tenaga Kerja Inggris Redakan Kekhawatiran
Pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan tanda-tanda mulai stabil menjelang keputusan suku bunga Bank of England pekan depan. Data terbaru menunjukkan jumlah pekerja dalam payroll hanya turun 4.000 pada Juni, lebih baik dari perkiraan pasar yang memproyeksikan penurunan 8.000.
Jumlah lowongan kerja juga relatif stabil di 712.000 dalam tiga bulan hingga Juni. Sementara itu, tingkat pengangguran bertahan di 4,9% dalam tiga bulan hingga Mei, meski lembaga statistik Inggris memperingatkan bahwa kualitas data tersebut masih terbatas karena adanya gangguan sementara.
Di sisi lain, tingkat pengangguran anak muda usia 16–24 tahun naik ke 16,4%, level tertinggi sejak 2014. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski pasar kerja mulai stabil secara umum, tekanan masih terasa pada kelompok pekerja muda.
Perlambatan juga terlihat dari pertumbuhan upah. Upah tanpa bonus bertahan di 3,4% dalam tiga bulan hingga Mei, sementara upah sektor swasta naik 2,9% secara tahunan, menjadi laju paling lambat sejak Oktober 2020. Data upah sektor swasta ini penting karena menjadi salah satu indikator utama yang dipantau Bank of England.
Kondisi pasar kerja menjadi perhatian utama BOE karena bank sentral ingin memastikan tekanan upah tidak memperparah inflasi. Kenaikan harga energi akibat perang Iran dan ketidakpastian kebijakan tenaga kerja pemerintah Inggris masih menjadi risiko tambahan bagi inflasi.
Dampaknya ke market, data ini memperkuat peluang BOE untuk menahan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Pasar saat ini hanya melihat peluang kecil untuk kenaikan suku bunga, tetapi risiko kenaikan sebelum akhir tahun tetap terbuka jika inflasi energi kembali menguat. Poundsterling berpotensi bergerak hati-hati sambil menunggu keputusan BOE dan data ekonomi lanjutan. (arl)
Sumber : Newsmaker.id